Desa Sodong Kembangkan Eduwisata Pertanian, Jadi Tempat Belajar Mahasiswa dan Pelajar

Kepala Desa Sodong Dony Bambang mendampingi perwakilan dari UPH Singapore dan UPH Indonesia yang datang ke eduwisata di Desa Sodong. Randy/Bantenekspres.co.id

 

TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, terus berinovasi dalam mengembangkan potensi desa melalui program eduwisata pertanian yang kini mulai banyak dikunjungi mahasiswa maupun pelajar dari berbagai wilayah. Eduwisata tersebut memanfaatkan lahan pertanian milik desa yang sebelumnya difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kini, lahan pertanian itu tidak hanya menjadi pusat produksi pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal dunia pertanian secara langsung, mulai dari proses pengolahan tanah, penanaman, perawatan tanaman hingga masa panen.

Kepala Desa Sodong, Dony Bambang mengatakan, awalnya lahan tersebut memang disiapkan untuk mendukung ketahanan pangan warga desa. Namun, seiring waktu banyak mahasiswa yang datang untuk melakukan penelitian dan belajar mengenai pertanian.

“Awalnya lahan ini memang kami siapkan untuk ketahanan pangan masyarakat Desa Sodong. Tetapi ternyata banyak mahasiswa dan pelajar yang datang untuk penelitian dan belajar langsung tentang pertanian. Dari situ kami melihat potensi besar sehingga lahan ini kami kembangkan menjadi eduwisata pertanian,” ujar Dony Bambang kepada Bantenekspres.co.id, Senin 18 Mei 2026.

Menurutnya, konsep eduwisata tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada para pelajar dan mahasiswa mengenai pentingnya sektor pertanian dalam kehidupan masyarakat.

“Pertanian ini bukan hanya soal menanam dan panen, tetapi juga bagaimana generasi muda memahami prosesnya, memahami kerja keras petani dan pentingnya menjaga ketahanan pangan. Kami ingin tempat ini menjadi sarana edukasi yang bermanfaat,” katanya.

Dony menjelaskan, para pengunjung dapat melihat secara langsung tahapan pertanian mulai dari pembibitan, pengolahan lahan, penanaman hingga proses panen. Bahkan, pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat yang mengelola lahan pertanian tersebut.

“Kami membuka ruang bagi pelajar maupun mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan. Mereka bisa melihat proses pertanian dari awal sampai panen sehingga pembelajaran tidak hanya teori di dalam kelas,” ungkapnya.

Selain menjadi tempat edukasi, keberadaan eduwisata pertanian tersebut juga dinilai mampu memperkenalkan Desa Sodong kepada masyarakat luar sekaligus meningkatkan interaksi sosial antar masyarakat dan pengunjung.

“Dengan adanya eduwisata ini, Desa Sodong bisa lebih dikenal masyarakat luas. Kami juga ingin menunjukkan bahwa desa memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan menjadi tempat pembelajaran sekaligus wisata edukasi,” jelas Dony.

Ia menambahkan, keberadaan lahan pertanian tersebut turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar karena banyak warga yang diberdayakan untuk mengelola dan merawat area pertanian.

“Alhamdulillah, banyak masyarakat yang ikut terlibat dalam pengolahan lahan pertanian ini. Jadi bukan hanya untuk edukasi, tetapi juga membantu pemberdayaan masyarakat dan membuka aktivitas produktif bagi warga,” tambahnya.

Pemerintah Desa Sodong berharap eduwisata pertanian tersebut dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pusat pembelajaran pertanian di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Kami berharap ke depan eduwisata ini semakin berkembang, semakin banyak dikunjungi dan bisa menjadi motivasi bagi generasi muda untuk mencintai pertanian. Karena pertanian merupakan sektor penting yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait