TANGERANG,BANTENEKSPRES CO ID – Pemkot Tangerang mencanangkan 104 Kelurahan Cinta Statistik (Cantik). Upaya tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola data dari level akar rumput.
Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemkot Tangerang dengan Politeknik Statistika (STIS) guna melahirkan agen statistik yang kompeten di wilayah Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan, data merupakan fondasi utama dalam memastikan setiap program pembangunan agar tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Data bukan sekadar angka, tetapi menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan, menentukan arah pembangunan, serta memastikan setiap program memberikan manfaat nyata,” kata Sachrudin dalam sambutannya, Selasa, 5 Mei 2026.
“Pembangunan yang baik harus berlandaskan data yang baik pula,” tegasnya.
Ia yang pernah menjabat sebagai Lurah dan Camat dengan memiliki pengalaman panjang, menyebutkan, kelurahan adalah garda terdepan pelayanan publik. Namun, ia menyadari tantangan literasi pengolahan data masih menjadi hambatan dalam pengambilan keputusan yang berbasis data (evidence-based policy).
“Dulu waktu saya jadi Lurah, kita ini ujung tombak sekaligus ‘ujung tombok’. Sekarang, Lurah dan Camat harus tetap jadi ujung tombak, terutama dalam mengelola data. Kelurahan harus mandiri dan cerdas dalam mengambil keputusan agar data tidak hanya tersedia, tapi dikelola secara optimal,” paparnya.
Sachrudin juga sempat berkelakar mengenai naluri kepemimpinannya dalam mengawal akurasi data di lapangan.
“Camat dan Lurah tidak bisa bohong sama saya karena saya pernah di posisi itu. Bahkan Kepala Dinas baru mau membohongi saya saja, saya sudah tahu duluan. Itu naluri pemimpin,” tuturnya.
Program 104 Kelurahan Cantik ini, kata Sachrudin, merupakan persiapan Pemkot Tangerang dalam mendukung agenda nasional, yakni penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional serta pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar Badan Pusat statistik (BPS) pada Mei hingga Agustus 2026.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah, camat, hingga lurah untuk membangun sinergi yang kuat dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Sensus Ekonomi 2026 adalah instrumen utama untuk memotret realitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Saya instruksikan seluruh perangkat wilayah untuk berkolaborasi mensukseskan agenda ini,” pintanya.
Oleh karenanya, guna menyajikan data yang akurat, Pemkot Tangerang melakukan kerja sama dengan Politeknik Statistika STIS, Sachrudin berharap, dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur dalam mengolah data.
“Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen statistik yang andal menghasilkan data yang akurat di setiap kelurahan,” ujarnya.
“Kami ingin melahirkan agen statistik yang tidak hanya paham data, tapi mampu memanfaatkannya untuk kemajuan daerah. Saya mengajak semua pihak menjadikan data sebagai bahasa bersama dalam pembangunan,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk kooperatif saat petugas melakukan pendataan door-to-door. Menurutnya, keakuratan data yang diberikan masyarakat akan kembali memberikan dampak positif bagi mereka sendiri.
“Semua ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat. Saya minta RT/RW dan warga bekerjasama mendukung program BPS ini agar pembangunan Kota Tangerang semakin tepat sasaran,” pungkasnya.(*)
Reporter : Abdul Aziz









