RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sejumlah masyarakat Kabupaten Lebak terutama kaum ibu rumah tangga (IRT) menduga banyak gas elpiji tiga kilogram yang beredar dan dijual ke masyarakat oplosan dengan angin. Pasalnya, banyak gas si melon tersrbut habis hanya di pakai dua atau tiga kali masak saja.
Nurul Khodijah, IRT di Kecamatan Rangkasbitungrngaku, dalam beberapa hari ini dia sudah mengganti gas elpiji tiga kilogram dua kali, padahal dia baru menggunakan masak nasi dan sayur dua kali. Namun, dihari selanjutnya gas sudah habis.
“Saya heran ko Gas habis, padahal baru juga dua kali dipakai masak, saya lihat regulator hingga selang tidak ada yang bocor, tapi jarum regulator sudah kembali ke angka nol,” kata Nurul, kepada wartawan, Selasa 5 Mei 2026.
Dia menduga, gas elpiji yang dia beli takarannya sudah dikurangi, dan diisi oleh angin agar bisa menekan jarum regulator ke pengisian full.
“Saya lihat kemarin jarum regulator masih diatas, tapi sekarang sudah ada di bawah yakni di angka nol,” ujarnya.
Lanjutnya, dia mencoba untuk menanyakan ke warung dia biasa beli yakni di lingkungan perumahannnya dengan harga Rp 24 ribu. Tapi, warung tidak tahu apa-apa, karena dia beli elpiji dari pangkalan yang diantar langsung ke warungnya.
“Iya, saya minta ini ditindak lanjuti oleh aparat hukum da menindak tegas agen atau pangkalan yang nakal, karena sudah merugikan masyarakat sebagai konsumen,” paparnya.
Yani, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan perdagangan (Dispetindag) Lebak membenarkan, jika saat ini marak beredar gas elpiji tiga kilogram oplosan. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat berani melaporkan jika melihat ada kegiatan yang mencurigakan terkait gad elpiji.
“Belum lama ini di Kecamatan maja, polisi sudah menggerebek tempat pengoplosan gas elpiji, untuk itu saya minta data warung yang ditempat ibu Nurul Khodijah beli di pangkalan atau agen mana, biar kita dan polisi langsung melakukan sidak,” ucap Yani.(*)
Reporter : A Fadilah










