Tiga Bulan Kasus DBD di Kabupaten Tangerang Capai Puluhan

Kader Jumantik di puskesmas melakukan penyuluhah langsung ke rumah warga untuk gerakan pemberantasan sarang nyamuk.

 

TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kasus terinfeksi virus demam berdarah (DBD) di Kabupaten Tangerang capai puluhan selama tiga bulan terakhir. Hal ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan kewaspadaan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, tercatat sebanyak 75 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2026. Data tersebut merupakan akumulasi laporan dari 44 puskesmas di wilayah setempat.

Ia memastikan tidak ada kasus kematian akibat DBD selama periode tersebut. “Total ada 75 kasus, dan sejauh ini tidak ada yang meninggal dunia,” katanya, Rabu 29 April 2026.

Ia menjelaskan, sebaran kasus DBD relatif merata di sejumlah wilayah. Namun, terdapat beberapa kecamatan yang mencatat angka lebih tinggi dibandingkan lainnya, yakni Cikupa, Pasar Kemis, dan Balaraja.

“Kasus DBD rata semua kecamatan ada tapi yang lebih tinggi itu ada di Kecamatan Cikupa, Pasar Kemis dan Balaraja. Kalau per bulan sejak Januari itu total ada 30 kasus, Februari ada 21 kasus dan Maret ada 23 kasus,” jelasnya.

Hendra meminta kader Jumantik di setiap puskesmas terus menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki musim yang berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk.

Lanjutnya, upaya pencegahan terus dilakukan melalui penyuluhan kepada masyarakat, termasuk menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai langkah utama menekan penyebaran DBD.

“Yang terpenting adalah menjaga lingkungan tetap bersih dan rutin melakukan PSN agar tidak ada tempat berkembang biak nyamuk” katanya.(*)

 

Pos terkait