PAMULANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tim dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana menggelar kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan, Ekonomi Kreatif, dan Literasi Digital di Kecamatan Pamulang, Selasa, 28 April 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari masyarakat umum, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelola bank sampah, kader lingkungan, komunitas pemuda, hingga aparatur kelurahan.
Hadir pula Camat Pamulang Mukroni bersama jajaran pemerintah kecamatan sebagai bentuk dukungan terhadap program kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Farid Hamid Umarella mengatakan, kegiatan PKM merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pendidikan dan penelitian.
“Melalui PKM ini, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa, 26 April 2026.
Ia menjelaskan, program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui pendekatan berbasis lingkungan, penguatan ekonomi kreatif, serta peningkatan literasi digital.
Dengan begitu, masyarakat diharapkan mampu mengelola lingkungan secara berkelanjutan, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta memanfaatkan teknologi secara produktif.
Kegiatan ini melibatkan 12 dosen yang terbagi dalam dua bidang utama, yakni lingkungan dan ekonomi serta pendidikan. Selain itu, turut dilibatkan tujuh mahasiswa dari program studi Public Relations, Marketing Communications, dan Broadcasting sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.
“Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kompetensi komunikasi sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Camat Pamulang Mukroni mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di wilayah Pamulang. “Kegiatan ini luar biasa, dan kami mengucapkan terima kasih kepada Univeristas Mercu Buana yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan PKM ini,” ujarnya.
Mukroni menyampaikan, Kecamatan Pamulang merupakan wilayah dengan potensi besar, khususnya dalam bidang kemasyarakatan. Selain memiliki jumlah penduduk terbesar di Kota Tangsel, wilayah ini juga memiliki karakter masyarakat yang beragam.
“Jumlah penduduk Kecamatan Pamulang mencapai sekitar 346 ribu jiwa, terbesar di Tangsel. Wilayahnya juga cukup luas dan berbatasan langsung dengan Depok, Bogor, serta DKI Jakarta,” tambahnya.
Menurutnya, dengan jumlah penduduk dan luas wilayah tersebut, Pamulang bahkan dapat disetarakan dengan satu kota. “Kalau dibandingkan, Pamulang ini hampir setara dengan satu kota di Yogyakarta, baik dari sisi jumlah penduduk maupun kompleksitas pengelolaannya,” jelasnya.
Ia menilai, besarnya potensi tersebut juga diiringi tantangan, terutama karena tingkat heterogenitas masyarakat yang tinggi dari sisi sosial dan budaya. Meski demikian, ia mengapresiasi kehadiran tim pengabdian masyarakat yang dinilai mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Pamulang.
“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” harapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam membangun wilayah. “Tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai secara individu. Keberhasilan hanya bisa diraih melalui kerja sama dan kolaborasi dengan semua pihak,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. “Kalau kita mampu berkolaborasi, maka berbagai tujuan pembangunan dapat kita capai bersama,” tutupnya. (*)









