CIKUPA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) di Kabupaten Tangerang. Warga yang hendak membeli kebutuhan pokok dengan harga murah diminta membawa kantong belanja sendiri dari rumah.
Kebijakan tersebut diterapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.
Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang Resmiyati Marningsih mengatakan, pihaknya memang tidak menyediakan kantong plastik bagi pembeli dalam kegiatan tersebut.
“Memang kami tidak menyediakan plastik, supaya masyarakat juga ikut bertanggung jawab terhadap penggunaannya. Dari awal sudah kami sampaikan agar warga mempersiapkan kantong belanja dari rumah,” katanya, Rabu 29 April 2026.
Ia menjelaskan, kebijakan ini juga dilatarbelakangi oleh meningkatnya harga plastik di pasaran, sehingga pemerintah daerah mendorong alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Diketahui, harga kantong plastik di Tangerang sangat bervariasi, mulai dari Rp3.000-an untuk kresek ekonomis hingga Rp70.000-an per paket untuk jenis PE. Harga bergantung pada ukuran, jenis plastik (PE/LDPE/HDPE), dan berat, dengan opsi grosir sering ditemukan di Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, sebagian besar warga sudah mulai terbiasa dengan aturan tersebut. Mereka umumnya membawa tas belanja sendiri, seperti goodie bag atau kantong pakai ulang lainnya.
“Alhamdulillah, kebanyakan masyarakat sudah membawa sendiri dari rumah,” katanya.
Program Warteksi sendiri merupakan salah satu langkah Pemkab Tangerang untuk menekan laju inflasi dengan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Komoditas yang dijual antara lain beras, minyak goreng, gula, dan bahan pokok lainnya.(*)









