CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Cipondoh 5 Kota Tangerang kembali gencarkan literasi siswa melalui perpustakaan keliling, kegiatan ini merupakan sebuah bentuk kolaborasi antara sekolah dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang. Kehadiran layanan jemput bola ini juga merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun budaya literasi sejak dini.
Kepala SDN Cipondoh 5, Nurnadimah, mengatakan agenda ini adalah rutinitas setiap tiga bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh para siswa. Ia menilai, melalui kegiatan ini siswa dapat memperluas wawasan dengan membaca berbagai buku yang telah disediakan.
“Setiap tiga bulan sekali armada ini datang. Anak-anak sangat antusias karena kami sudah membiasakan program literasi setiap hari Selasa,” ujar Nurnadimah saat diwawancarai oleh bantenekspres.co.id, Rabu 29 April 2026.
Nurnadimah menjelaskan, penguatan literasi kini menjadi urgensi utama di tengah perubahan kurikulum. Menurutnya, model evaluasi atau ujian saat ini tidak lagi sekadar menghafal, melainkan menuntut daya nalar dan kemampuan membaca teks yang panjang (literasi dan numerasi).
“Kalau dulu ujian bacaannya sedikit, sekarang bacaannya banyak-banyak. Perpustakaan keliling ini menjadi sarana pemanasan agar siswa terbiasa menghadapi teks panjang sehingga saat ujian nanti mereka tidak pusing lagi,” tuturnya.
Ia menegaskan, pihak sekolah sengaja mengatur jadwal sedemikian rupa agar siswa tidak merasa asing dengan buku. Dengan komunikasi yang intens bersama pemerintah kota, kehadiran perpustakaan keliling ini dipastikan tetap terjadwal meski harus melayani banyak sekolah di seluruh wilayah Tangerang.
Menurut Nurnadimah, kedatangan armada perpustakaan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari jadwal terstruktur pemerintah kota untuk menjangkau sekolah-sekolah. Ia menyebut, koordinasi antara sekolah dan DPAD Kota Tangerang berjalan sangat baik demi mendukung program literasi daerah.
“Sepertinya memang mereka punya jadwal, mengingat di seluruh kota mereka punya berapa sekolah yang dikunjungi. Mereka biasanya konfirmasi kalau mau ke sekolah,” ucapnya.
Selain untuk menunjang nilai akademik, kehadiran buku fisik diharapkan mampu menjadi alternatif hiburan bagi anak-anak di tengah kepungan teknologi digital. Nurnadimah berharap, sentuhan langsung pada lembaran buku dapat mengalihkan ketergantungan siswa terhadap gadget.
“Saya harapkan anak-anak lebih menyukai bacaan fisik dibandingkan main HP. Ini adalah bentuk dukungan sekolah agar mereka lebih berprestasi dan memiliki nilai-nilai karakter yang baik,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara sekolah dan pemerintah, SDN Cipondoh 5 optimistis bahwa kebiasaan membaca yang dibangun saat jam istirahat hari ini akan menjadi fondasi kecerdasan siswa di masa depan. (*)









