MEKARBARU,BANTENEKSPRES.CO.ID – Seorang mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, berinisial SA dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS (B20).
Status kesehatan tersebut setelah SA menjalani pemeriksaan rapid test di Puskesmas Mekar Baru.
Pemeriksaan yang berlangsung pada Rabu, 29 April 2026 ini dilakukan dengan pendampingan langsung oleh pegiat sosial Marnan Sarbini, serta suami SA. Proses penanganan medis dipimpin oleh dr. Riza.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, SA menunjukkan hasil reaktif pada tes R1, R2 dan R3.
Sementara itu, suami SA dinyatakan non reaktif pada pemeriksaan pertama.
dr. Riza menjelaskan, temuan B20 merupakan tahap infeksi HIV yang memerlukan intervensi medis serius dan berkelanjutan.
SA kini diwajibkan untuk menjalani pengobatan rutin melalui terapi Antiretroviral (ARV).
“Pasien harus minum obat seumur hidup agar tetap sehat dan bisa menjalani aktivitas secara normal. Dengan pengobatan yang disiplin, kualitas hidup penderita tetap dapat terjaga,” ujar dr. Riza saat menyampaikan hasil tes di aula Puskesmas Mekar Baru.
Kepala Puskesmas Mekar Baru dr. E. Riris menekankan pentingnya dukungan keluarga dan masyarakat bagi penderita HIV/AIDS.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif atau diskriminasi kepada SA.
“HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti bersalaman, berpelukan atau berbagi makanan,” tegas dr. Riris.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penularan HIV hanya terjadi melalui jalur spesifik yaitu, pertukaran cairan tubuh (darah, sperma, cairan vagina dan ASI), hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman dan penularan dari ibu ke bayi.
Dalam upaya pemulihan, pegiat sosial Marnan Sarbini berkomitmen untuk mendampingi SA dalam menjalani pengobatan rutin.
Dukungan moral ini diharapkan dapat menjaga semangat pasien selama masa terapi.
“Kami akan terus mendampingi agar SA rutin menjalani pengobatan dan mendapatkan perhatian dari layanan kesehatan. Dukungan ini penting agar pasien tetap semangat dan tidak merasa sendiri,” tutur Marnan.
Menanggapi kondisi kesehatannya, SA menyatakan telah menerima hasil pemeriksaan dengan lapang dada.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk pihak Puskesmas dan pegiat sosial, yang telah memberikan bantuan serta dukungan dalam proses pemeriksaan ini.
Pihak Puskesmas Mekar Baru menegaskan akan terus melakukan penanganan dan pemantauan lanjutan guna memastikan kondisi kesehatan SA tetap terkontrol serta menekan risiko penularan. (*)









