LEGOK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tim Puskesmas Bojong Kamal, Kecamatan Legok, melaksanakan pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) Integrasi Layanan Primer (ILP) di Pustu ILP Desa Ciangir. Kegiatan ini merupakan upaya mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga Desa Ciangir dan sekitarnya.
Pelayanan kesehatan tersebut melibatkan tim terpadu yang terdiri dari perawat, operator, dan apoteker. Mereka bekerja sama memberikan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan dan pengobatan pasien umum, pelayanan kesehatan anak, hingga pelayanan bagi lanjut usia (lansia).
Kepala Puskesmas Bojong Kamal drg. Made Kusuma Dewi mengatakan, dalam pelaksanaannya, tercatat sebanyak 51 warga memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah kunjungan yang datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
“Selain pelayanan medis, petugas juga memberikan edukasi kepada pasien terkait pentingnya menjaga kesehatan, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, serta penerapan pola hidup sehat. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan penyakit secara mandiri,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 29 April 2026.
Kusuma menjelaskan, bahwa kegiatan Pustu ILP merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.
“Melalui kegiatan Pustu ILP ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah, cepat, dan terjangkau. Pustu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan Pustu juga membantu mengurangi beban pelayanan di Puskesmas induk serta mempercepat penanganan masalah kesehatan di masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Desa Ciangir, dapat terus meningkat seiring dengan semakin mudahnya akses terhadap layanan kesehatan,” pungkasnya.
Kusuma memaparkan, keberadaan Pustu ILP sangat membantu dalam menjangkau masyarakat secara lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada berkurangnya beban pelayanan di Puskesmas utama.
“Pustu ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Dengan adanya Pustu, masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan. Dengan optimalnya pelayanan di Pustu, beban pelayanan di Puskesmas induk dapat berkurang, sehingga pelayanan di sana juga bisa lebih maksimal,” tutupnya. (*)









