SDN Karawaci 1 Terapkan Metode PBL, untuk Pacu Kreativitas Siswa

pembelajaran PBL, kurikulum merdeka, pembelajaran digital, SDN Karawaci 1 Kota Tangerang.

 

KARAWACI, BANTENEKSPRES.CO.ID -Langkah inovatif mulai diambil oleh SDN Karawaci 1 dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi para siswanya. Sekolah ini secara resmi mulai mengadopsi metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL), yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan menantang.

Bacaan Lainnya

Kepala Sekolah SDN Karawaci 1, Imam Nur Rahman, menjelaskan peralihan metode ini dilakukan setelah para tenaga pendidik menjalani pelatihan intensif mengenai pembelajaran mendalam. Dengan tujuan agar siswa tidak lagi hanya menjadi pendengar pasif, melainkan pemecah masalah yang aktif di dalam kelas.

“Metode yang terbaru katakanlah gitu ya, disebut dengan PBL (Problem-Based Learning). Harapannya apa yang diterima melalui pelatihan itu terdiseminasi ke teman-teman dan terimplementasi,” ujarnya saat diwawancarai bantenekspres.co.id, Rabu 29 April 2026.

Menurut Imam, penerapan PBL menuntut suasana yang mendukung agar imajinasi siswa dapat berkembang. Oleh karena itu, ia menerapkan kebijakan rotasi belajar, di mana siswa secara bergilir menggunakan fasilitas modern yang dimiliki sekolah untuk mencari solusi atas persoalan yang diberikan guru.

Imam menuturkan, kenyamanan tempat belajar menjadi prioritas agar siswa merasa betah berdiskusi dalam kelompok. “Supaya menarik, saya jadwalkan anak-anak ada yang di ruangan lab komputer ketika tidak digunakan, ada yang di ruangan IFP (Interactive Flat Panel),” jelasnya.

Selain itu, pembenahan fisik pun dilakukan secara detil guna menunjang diskusi kelompok dalam metode PBL. Imam menambahkan, kini, ruang-ruang khusus di sekolah tersebut telah disulap menjadi area yang ramah bagi anak.

“Lab nya sudah berkarpet, ber AC, ruang TV nya juga sudah berkarpet, sehingga anak-anak lebih menarik,” tambahnya.

Dikatakan Imam, meski fokus pada digitalisasi, SDN Karawaci 1 tetap menjaga integritas akademik dengan membatasi penggunaan gadget. Ponsel hanya boleh dikeluarkan jika topik pembelajaran hari itu benar-benar membutuhkan perangkat digital untuk praktik langsung.

Imam juga memberikan contoh nyata, ketika siswa kelas 4 diajak mengeksplorasi sisi kreativitas mereka menggunakan teknologi. “Terkecuali memang ada pembelajaran yang harus menggunakan HP. Pernah itu kelas 4 ada pembelajaran bagaimana membuat poster melalui media Canva di HP, nah itu saya bolehkan,” tuturnya.

Selain aspek teknis, keberhasilan metode PBL ini juga didukung oleh kedisiplinan guru dan siswa. Setiap pagi, para guru sudah bersiap menyambut siswa di gerbang sejak pukul 06.30 WIB untuk membangun keterikatan emosional dan semangat belajar sejak menit pertama.

Melalui perpaduan metode PBL, Imam berharap kualitas pendidikan di SDN Karawaci 1 akan terus meningkat. Ia meyakini anak didik yang terbiasa berpikir kritis melalui PBL akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. (*)

 

Pos terkait