CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Cuaca di sebagian wilayah Banten, termasuk Kota Tangsel, dalam beberapa waktu terakhir terasa sangat panas sejak pagi hingga sore hari. Meski demikian, pada sore hingga malam hari kerap terjadi hujan dengan intensitas cukup deras.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Hartanto mengatakan, kondisi panas yang disertai hujan tersebut merupakan fenomena yang wajar, khususnya pada masa peralihan musim.
“Secara meteorologis, ada beberapa faktor yang biasanya berkombinasi menyebabkan suhu terasa sangat menyengat di wilayah Kota Tangsel dan sekitarnya,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 28 April 2026.
Hartanto menambahkan, salah satu faktor utama adalah posisi matahari dalam siklus gerak semu tahunan. Pada April, posisi matahari berada tidak jauh dari garis khatulistiwa setelah melintasi ekuator pada Maret.
Kondisi ini menyebabkan intensitas radiasi matahari yang diterima wilayah Jawa bagian barat, termasuk Tangsel, berada pada titik maksimal karena sudut datang sinar matahari hampir tegak lurus.
Selain itu, tingkat kelembapan udara yang tinggi di wilayah tropis turut memperparah rasa panas. “Suhu tinggi yang disertai kelembapan tinggi membuat keringat sulit menguap dari kulit, sehinga tubuh merasakan suhu yang lebih panas dari angka sebenarnya atau dikenal sebagai feels like temperature,” tambahnya.
Faktor lainnya adalah minimnya tutupan awan. Saat langit cerah tanpa banyak awan, radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi dan diserap oleh aspal, beton, serta bangunan di perkotaan, lalu dipancarkan kembali sebagai panas.
“Fenomena ini juga diperkuat oleh efek pulau panas perkotaan atau urban heat island. Wilayah seperti Ciputat yang padat bangunan dan minim ruang terbuka hijau cenderung menyimpan panas lebih lama,” jelasnya.
Hartanto menambahkan, kondisi ini juga dipengaruhi oleh masa transisi atau pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau. “Pada periode ini, pola angin cenderung melemah sehingga sirkulasi udara tidak optimal untuk mendinginkan permukaan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel Essa Nugraha mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan.
“Kami menyiapkan distribusi air bersih melalui mobil tangki. Selain itu, BPBD juga memiliki alat water treatment portable yang mampu mengolah air kotor menjadi air layak pakai,” ujarnya.
Menurut Essa, sumber air bersih juga didukung melalui kerja sama dengan PDAM serta pihak swasta seperti BSD dan Alam Sutera.
Ia mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kejadian atau potensi bencana melalui layanan darurat 112 atau kanal resmi BPBD.
“Dengan kesiapsiagaan yang ditingkatkan serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir, baik dari sisi kerugian materi maupun risiko korban jiwa,” tutupnya. (*)









