Perkuat Ketahanan Pangan, KDKMP di Kabupaten Tangerang Gandeng Bulog dan ID Food Jadi Supplier Utama

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang Anna Ratna Maemunah memberikan keterangan kepada wartawan usai membuka monitoring dan evaluasi KDKMP di Gedung Serba Guna Puspemkab Tangerang, Selasa 28 April 2026.

TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sudah ratusan koperasi desa keluragan merah putih (KDKMP) di Kabupaten Tangerang sudah beroperasi. Totalnya sebanyak 240 koperasi sudah beroperasi dari target 274 koperasi merah putih.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang Anna Ratna Maemunah mengatakan, hasil evaluasi didapat sudah ada 240 koperasi merah putih yang beroperasi. Ia menyebutkan, masih ada 34 koperasi mengalami kendala dari sisi suplai barang yang dijual hingga pergantian pengurus sehingga belum optimal.

Bacaan Lainnya

“Yang sudah berjalan dari 274 adalah 240 KDKMP. Yang 34 masih dalam upaya-upaya kami agar mereka bisa optimalkan operasional,” katanya, Selasa 28 April 2026.

Lanjut Anna, demi menjaga suplai komiditas bagi KDKMP pemerintah daerah mengundang sejumlah perusahaan sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Perusahaan yang diundang yakni, Pertamian, Bulog dan ID FOOD. ID Food sendiri merupakan nama merek korporat dari Induk Holding BUMN Pangan yang dikelola oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

“Pasti ada kendala, kendala permasalahan terkait supplier. Makanya kami datangkan narasumbernya dari ID Food, kemudian dari Bulog, juga dari Pertamina. Jadi dari ID Food, dari Bulog, ini sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat. Jadi ada beberapa BUMN yang diperintahkan ataupun disiapkan untuk menjadi supplier bagi KDKMP,” katanya.

Ia menjelaskan, masalah dari sisi suplai ini diharapkan bisa teratasi dengan menggandeng BUMN. Sebagai sampel, kata Anna, untuk suplai tabung gas terkendala terkait kuota per KDKMP.

“Seperti Pertamina menyiapkan 200 tabung gas tiap KDKMP. Sementara kebutuhannya lebih dari 200.Sedangkan Pertamina sudah stoknya 200 per KDKMP. Mungkin seperti itu, Pak, yang jadi masalah-masalah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anna memaparkan, permasalahan yang dihadapi KDKMP berupa pergantian pengurus. Hal ini membuat 34 KDKMP belum berjalan optimal.

“Hasil survei dan monitoring kami adalah ada pergantian pengurus. Jadi ada di internal mereka yang memang belum clear gitu. Jadi akhirnya mereka belum berani beroperasional, itu yang harus memang kami terus melakukan pembinaan,” katanya.

Ke depannya, Anna menyebutkan, KDKMP akan menjadi supplier untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sehingga, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi per tiga bulan bagi 274 KDKMP di Kabupaten Tangerang.

“Kami laksanakan untuk memenuhi kewajiban kami memonitoring atas seluruh bantuan yang telah pemerintah berikan melalui corporate social responsibility (CSR) sebesar 100 juta kepada seluruh KDKMP. ​Jadi kami harus mengetahui operasionalnya sampai di mana, kalau ada kendala apa masalahnya. Arahan dari Bapak Bupati terkait dengan kolaborasi bagaimana KDKMP ini bisa berkolaborasi dengan SPPG melalui program MBG-nya, di mana diharapkan KDKMP menjadi supplier bahan pangan untuk pelaksanaan MBG di Kabupaten Tangerang,” katanya.(*)

Pos terkait