Hari Buruh 2026, Buruh Tangsel Diajak Pererat Kebersamaan Lewat Family Gathering

Peringatan hari buruh 2025 tingkat Kota Tangsel salah satunya dengan diadakan lomba mancing di Lubana Sengkol. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

SETU,BANTENEKSPRES.CO.ID – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Tangsel kembali dikemas berbeda. Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Ketenagakerjaan akan menggelar kegiatan family gathering yang melibatkan para buruh dan pemangku kepentingan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel Maringan Halomoan Sihotang mengatakan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di kawasan Wisata Pemancingan Keluarga Lubana Sengkol, Keranggan, Kecamatan Setu.

Bacaan Lainnya

“Peringatan Hari Buruh nanti akan dihadiri Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, perwakilan serikat buruh, buruh, stakeholder dan lainnya,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 28 April 2026.

Menurut Maringan, konsep peringatan May Day dengan family gathering telah dilakukan sejak 2024, sebagai upaya menciptakan suasana kebersamaan yang lebih positif. “Kita kemas dalam bentuk family gathering. Gembira bersama keluarga, ada perlombaan mancing, pembagian doorprize dan kegiatan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kota Tangsel Endang menyebutkan, kegiatan tahun ini akan semakin meriah dengan tambahan agenda seperti talk show, pameran motor listrik hingga layanan tes kesehatan gratis.

“Akan ada talk show, pameran motor listrik kerja sama dengan Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), serta pameran UMKM,” ujarnya.

Selain itu, berbagai kegiatan hiburan juga disiapkan, seperti lomba mancing dan pembagian doorprize bagi peserta yang hadir.

Endang menambahkan, kegiatan family gathering dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026. Hal ini karena peringatan 1 Mei jatuh pada hari Jumat yang bertepatan dengan waktu salat Jumat.

“Kita geser ke Sabtu supaya pelaksanaannya lebih maksimal,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara buruh, serikat pekerja, pengusaha, serta pemerintah di Kota Tangsel. “Tujuannya agar terjalin keakraban dan hubungan industrial yang harmonis,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap mempersilakan buruh yang ingin mengikuti aksi unjuk rasa ke Jakarta, selama dilakukan sesuai aturan.

“Silakan saja yang ingin demo, itu dijamin undang-undang. Tapi kami sarankan lebih baik ikut kegiatan yang sudah disiapkan,” tutupnya. (*)

Pos terkait