Kurangi Sampah Plastik, Siswa SDN Karawaci 8 Wajib Bawa Tumbler

Siswa-siswi SDN Karawaci 8 membersihkan lingkungan sekolah sebagai upaya menjaga kebersihan di sekolah. Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/bantenekspres.co.id

KARAWACI,BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Karawaci 8 terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekolah melalui berbagai program inovatif. Salah satu langkah konkret yang diterapkan adalah dengan mewajibkan siswanya, untuk membawa tumbler saat ke sekolah. Kebijakan ini diambil sebagai upaya sistematis untuk menekan volume sampah plastik yang dihasilkan di lingkungan sekolah setiap harinya.

Wakil Kepala SDN Karawaci 8, Faisal Adha, menjelaskan penerapan aturan ini bukan sekadar imbauan, melainkan bagian dari kedisiplinan siswa. Sekolah meminta orang tua untuk memastikan anak-anak mereka membawa tumbler atau wadah minum serta tempat makan pribadi. Hal ini dilakukan agar siswa tidak lagi bergantung pada kemasan plastik sekali pakai, saat berbelanja di kantin sekolah.

Bacaan Lainnya

“Anak-anak di rumah suruh membawa tumbler, tempat makan, atau tempat minum. Jadi yang tidak bawa, tidak boleh istirahat, itu ibaratnya di sini,” ujar Faisal saat diwawancarai bantenekspres.co.id, Selasa 28 April 2026.

Menurut Faisal, ketegasan ini diberikan agar anak-anak terbiasa disiplin dan memahami bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama yang harus dikurangi sejak dini. Ia menyebut, adanya tumbler sangat efektif dalam meminimalisir sampah plastik yang biasanya berserakan di sekolah. Ketika siswa ingin membeli minuman atau makanan di kantin, mereka diarahkan untuk menggunakan wadah yang dibawa masing-masing.

Dengan demikian, siklus penggunaan plastik sekali pakai di area sekolah dapat diputus secara perlahan namun pasti. Selain pembatasan plastik, SDN Karawaci 8 juga rutin menggelar aksi nyata melalui kegiatan Rabu Bersih dan Jumat Bersih.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan seluruh warga sekolah untuk bekerja bakti membersihkan lingkungan, mulai dari ruang kelas hingga halaman sekolah. Program ini selaras dengan edaran pemerintah daerah mengenai pentingnya menjaga kebersihan kolektif di institusi pendidikan.

Dikatakan Faisal, agenda rutin ini biasanya dimulai pada pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Khusus pada hari Rabu, setelah melaksanakan senam pagi bersama pada pukul 07.00 WIB, para siswa diarahkan untuk memungut sampah di sekitar area sekolah.

“Kita juga mempunyai agenda rutin, setelah senam bersama. Sekitar pukul 07.30 WIB itu kegiatannya, Rabu Bersih, memungut sampah,” tambahnya.

Dalam prosesnya, pihak sekolah kerap memberikan edukasi langsung kepada siswa yang masih enggan memungut sampah yang bukan milik mereka. Faisal menegaskan, guru-guru di SDN Karawaci 8 menekankan prinsip bahwa menjaga kebersihan tidak terbatas pada sampah pribadi, melainkan menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh. Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap fasilitas publik di sekolah.

Lebih lanjut, selain membahas program mewajibkan siswa untuk membawa tumbler, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Faisal juga menyoroti pentingnya menjaga adab bagi para siswanya. Ia berharap agar regenerasi siswa lulusan SDN Karawaci 8 menjadi sosok yang tangguh dan bertanggung jawab.

“Harapannya murid-murid di SDN Karawaci 8 ini menjadi regenerasi berikutnya yang tangguh, yang menjadi lebih hebat lagi seperti R.A. Kartini,” pungkasnya. (*)

Pos terkait