TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.JD – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, suasana religius mulai terasa di tengah persiapan masyarakat melaksanakan ibadah kurban.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Ahmad Baijuri Khotib, mengingatkan umat Islam agar tidak terjebak pada aspek seremonial semata.
Menurut KHBaijuri, esensi Iduladha sejatinya adalah momentum untuk mengasah keikhlasan dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Esensi Iduladha tak berhenti pada penyembelihan hewan semata. Ini adalah momentum untuk mengasah keikhlasan. Berkurban hanyalah simbol dari nilai pengorbanan yang lebih luas,” ujar KH Baijuri saat ditemui, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, perayaan Iduladha merupakan hari Raya berkurban. Ia menilai, pada momentum berkurban, meski secara fisik yang disembelih adalah hewan ternak, namun pesan moralnya jauh lebih dalam, yakni kemampuan umat untuk berbagi dengan tulus sesuai kapasitas masing-masing.
“Secara etimologi, kata Id berarti lebaran dan Adha berarti penyembelihan. Tapi
Ada pesan moralnya jauh lebih dalam, yakni kemampuan umat untuk berbagi dengan tulus sesuai kemampuannya,” jelasnya.
Baijuri juga menyoroti kondisi sosial saat ini di mana kesenjangan masih sangat kentara. Ia berharap Iduladha menjadi ruang refleksi kolektif bagi warga Kota Tangerang untuk memperkuat solidaritas, terutama kepada mereka yang hidup dalam keterbatasan.
“Bukan soal kambing atau sapinya, itu hanya simbol. Yang tidak mampu pun tetap bisa berkorban sesuai kapasitasnya, baik itu melalui tenaga maupun perhatian. Kita diajarkan untuk mau berkorban demi orang lain,” tambahnya.
Terkait penetapan tanggal resmi Hari Raya Iduladha, KH Baijuri menegaskan, pihaknya akan patuh pada keputusan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Penentuan tanggal 10 Zulhijjah, lanjut KH Baijuri, tetap mengacu pada Sidang Isbat yang melibatkan Badan Hisab dan Rukyat.
Berdasarkan kalender Hijriah, 10 Zulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Kendati telah masuk dalam daftar hari libur nasional, Baijuri tetap meminta masyarakat untuk bersabar.
“Kami harapkan umat Islam menunggu dan mengikuti apa yang disampaikan pemerintah nanti berdasarkan hasil musyawarah Badan Hisab Rukyat,” imbuhnya.
Ia menekankan, Iduladha memiliki nuansa berbeda dari Idul Fitri karena berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Ia mengajak masyarakat untuk menyelami hikmah di balik setiap prosesi ibadah tersebut.
Ia juga tak luput mendoakan, para jemaah haji, khususnya yang berasal dari Kota Tangerang, agar diberikan kekuatan, kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah rukun Islam yang kelima.
“Mudah-mudahan Allah kasih kemudahan. Kami titip doa agar para jemaah menjadi haji yang mabrur, kota ini menjadi kota yang baik, dan negeri kita senantiasa diberikan keberkahan,” pungkasnya.(*)









