Disperindag Kabupaten Tangerang Gelar Warteksi Jaga Daya Beli Masyarakat

Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang Resmiyati Marningsih melayani warga usai membuka Warteksi di Gerai Tangerang Gemilang, Selasa 28 April 2026.

CIKUPA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Warung tekan inflasi (Warteksi) jadi salah satu andalan Pemkab Tangerang dalam menekan inflasi. Tak hanya itu, program ini juga diharapkan menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang Resmiyati Marningsih mengatakan, program Warteksi digelar selama tiga hari sejak Selasa 28 April 2026. Ia memaparkan, konsepnya pemerintah daerah menyediakan komoditas yang disubsidi sehingga bisa dibeli warga dengan harga murah.

Bacaan Lainnya

“Yang di dalamnya ini sebenarnya adalah kita seperti warung pada umumnya, yaitu warung yang ada di pasar atau warung-warung lainnya. Tetapi dalam bentuk pemberian subsidi. Jadi kita menyediakan delapan komoditas,” katanya saat membuka Warteksi di Gerai Tangerang Gemilang, Kecamatan Cikupa.

Ia memaparkan, Warung Tekan Inflasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang selama tiga hari. Di mana, dalam satu tahun dilaksanakan empat kali yang digelar per triwulan.

Adapun, komoditas yang disediakan yakni, ​Beras, ​Gula pasir, ​Minyak goreng,​Bawang merah, ​Bawang putih, ​Cabai merah keriting, Cabai rawit merah dan ​Cabai rawit hijau. Resmi memaparkan, masyarakat diperbolehkan membeli salah satu atau seluruh komoditas yang disediakan.

“Sebenarnya karena ini adalah untuk menekan inflasi, sebenarnya masyarakat bisa untuk membeli sesuai kemampuan. Hanya karena ini untuk masyarakat banyak, supaya adil, ya kita memang kita batasi untuk paling banyak adalah masing-masing 1 kilogram, dan beras paling banyak adalah 2 kilogram, karena kebutuhannya banyak untuk seluruh masyarakat,” sebutnya.

Besaran yang diberikan pemerintah daerah per komoditas berbeda-beda. Yakni, Beras premium itu harga di pasaran pada hari ini adalah Rp30.200 per 2 kilogram dan dibeli oleh masyarakat hanya Rp7.000. “Diberikan subsidi oleh Pemerintah Daerah adalah Rp23.200. Sehingga tentunya masyarakat ini sangat berbondong-bondong untuk membeli beras,” kata Resmi.

Lanjutnya, gula pasir harga pasar saat ini sebesar Rp19.000 per kilogram cukup dengan Rp12.000 per kilogram. Minyak goreng harga di pasar Rp23.000, diberi subsidi Rp9.500 sehingga masyarakat hanya membeli Rp13.500. “Bawang merah, nah ini yang besar nih, subsidinya Rp20.000. Bawang merah itu harga per hari ini Rp45.000 per kilo, masyarakat hanya membeli Rp25.000 saja,” katanya.

Adapun, bawang putih harga pasar Rp35.000 disubsidi pemerintah sebesar Rp20.000. Masyarakat hanya membeli per kilogram Rp15.000. Untuk cabai merah keriting harga per hari ini Rp50.000, disubsidi Rp20.000, jadi cabai merah keriting ini hanya dibeli Rp30.000.

“Begitu juga dengan cabai rawit merah, harga per hari ini Rp55.000, subsidi Rp20.000, jadi masyarakat cukup Rp35.000 saja. Terus cabai rawit hijau, ini dari harga juga Rp55.000, subsidi Rp20.000, sehingga dijual hanya Rp35.000 saja,” jelasnya.

Resmi menjelaskan, program warteksi diharapkan daya beli masyarakat meningkat. Di mana, warga bisa membeli komoditas dengan harga yang relatif rendah.

“Tentunya masyarakat menjadi terbantu dan mampu untuk membeli kebutuhan pokok. Kalau daya beli masyarakat meningkat, tentunya tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang adalah pada angka yang stabil. Per hari ini yang kita sediakan sebanyak 1.915 kilogram dari seluruh komoditas, kita sediakan per hari,” katanya.(*)

Pos terkait