RAJEG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Warga Perumahan Grand Madani Residence 2, Desa Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, turun tangan melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan puing-puing bangunan saluran air yang ambrol.
Kondisi drainase yang terletak di hilir aliran air menuju persawahan ini dinilai mengganggu kelancaran aliran air warga.
Aksi yang dilakukan pada Minggu pagi ini dipicu oleh kerusakan struktur bangunan aspal pada drainase perumahan.
Kerusakan tersebut diduga terjadi karena kualitas pengerjaan yang tidak sesuai standar akibat kelemahan struktur bangunan tidak ada slup dan kekurangan semen.
Salah satu warga Perum Grand Madani Residen 2 Muhamad Hafiz mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi fasilitas umum tersebut.
Ia menduga pihak ketiga yang bertanggung jawab atas pembangunan drainase tersebut bekerja secara asal-asalan.
Bahkan menurutnya, meski pihak depelover membeli lahan untuk lebar drainase selebar 1,5 meter, tapi dibangun oleh pihak ketiga tidak ada 1,5 meter atau hanya kisaran 1 meter 18 centimeter.
“Ini bangunan ambrol. Entah karena pengerjaannya yang kurang bumbu (tidak sesuai spesifikasi) sehingga mudah hancur. Kelihatannya pembangunan oleh pihak ketiga ini terkesan asal-asalan,” ujar Hafiz di lokasi kejadian, Minggu, 19 April 2026.
Menurut Hafiz, warga memutuskan untuk segera mengevakuasi bongkahan batu dan material yang menutup aliran air secara swadaya agar tidak terjadi penyumbatan lebih lanjut.
Pasca insiden ini, warga mendesak pihak pengembang (developer) WSP untuk segera mengambil tindakan nyata.
Kerusakan drainase ini dinilai menjadi masalah serius yang harus segera mendapat perhatian dari pihak manajemen.
“Harus jadi bahan perhatian bagi Bapak Direktur atau manajer developer WSP. Kami berharap kepada pihak WSP agar secepatnya dilakukan pembangunan kembali agar aliran air bisa kembali lancar,” tambah Hafiz.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak manajemen WSP segera merespons keluhan ini dengan melakukan perbaikan permanen pada struktur drainase yang ambrol, mengingat fungsinya yang krusial bagi lingkungan sekitar. (*)










