TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Suasana khidmat menyelimuti lapangan SDN Sukasari 4 dan 5 Kota Tangerang selepas pelaksanaan upacara bendera hari Senin 6 April 2026. Kepala Sekolah SDN Sukasari 5, Wawat Tustiawati, memberikan pembinaan khusus yang menekankan pengukuhan karakter melalui kemahiran mendengar.
Dalam arahannya, Wawat menegaskan bahawa etika mendengar harus tertanam kuat agar pelajar mampu menghargai orang lain. Ia juga menyoroti bahwa menjadi pendengar yang baik adalah tanda pribadi yang hebat karena mampu mengawal diri.
“Kalau sudah tertanam pada diri kalian, in sya Allah kalian bisa menghargai dan bisa dihargai oleh orang lain. Itu satu, in sya Allah itu membawa kesuksesan kalian. Ketika kalian mampu mendengarkan orang lain, itu kalian akan menjadi pribadi yang hebat. Kenapa? Bisa menahan diri untuk tidak berbicara,” ujarnya.
Wawat mengingatkan, bahwa kemahiran berbicara tidak akan lengkap tanpa rasa empati yang lahir daripada proses menyimak. Ia juga memberi pesan bahwa prestasi tinggi tidak bermakna jika seseorang itu tidak memiliki adab ketika berkomunikasi.
“Keterampilan berbicara mungkin bagus buat kalian, tetapi ketika tadi tidak mampu mendengarkan, kita tidak akan bisa memiliki sikap empati peduli kepada orang lain,” tegas Wawat.
Poin krusial lain yang disampaikan adalah mengenai kebersihan, di mana arahan guru sering diabaikan oleh sebagian pelajar. Kemudian, Wawat juga mengaitkan pembinaan ini dengan momentum pasca Ramadan mengenai disiplin yang harus diteruskan.
“Sesering apa pun pembina upacara menyampaikan ‘Nak, lihat sampah buang, ambil’, tadi pembina upacara masih menyampaikan terkadang di kolong mejanya masih ada sampah. Satu bulan kita dilatih untuk apa? Menjadi manusia yang peduli, dermawan, disiplin. Jangan bulan puasa rajin salatnya, begitu selesai, datang ke sekolahnya terlambat,” pesan Wawat.
Menurut Wawat, menahan diri untuk tidak mencelah ketika orang lain bercakap adalah satu cabaran besar, mungkin keterampilan berbicara mudah, tetapi keterampilan mendengarkan menjadi sebuah hal yang sangat sulit. Wawat berharap, pembinaan ini dapat membentuk peribadi pelajar yang lebih peka terhadap lingkungan.
“In sya Allah, ini satu pembinaan yang Ibu lakukan iaitu menjadi pendengar yang baik supaya membentuk pribadi kita menjadi manusia yang peduli dan peka terhadap lingkungan,” pungkasnya. (*)











