Pemdes Babat Imbau Warga Tidak Buang Sampah ke Kali, Cegah Banjir Saat Musim Hujan

Staff Desa Babat saat membersihkan Kali Cimanceri dari sampah pohon bambu. Randy/Bantenekspres.co.id

 

LEGOK,BANTENEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air maupun aliran kali. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan banjir saat musim hujan sekaligus menghindari meluapnya aliran Kali Cimanceri ke permukiman warga.

Bacaan Lainnya

Dengan adanya imbauan tersebut, Pemerintah Desa Babat berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan sekitar sehingga risiko banjir akibat luapan Kali Cimanceri dapat diminimalisir dan lingkungan desa tetap bersih, sehat, serta nyaman untuk ditinggali.

Kepala Desa Babat, Sukron Ma’Mun, menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya drainase dan aliran air di wilayah desa. Akibatnya, ketika curah hujan meningkat, air tidak dapat mengalir dengan baik dan berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir.

“ Kami mengajak seluruh masyarakat Desa Babat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air dan kali. Kebiasaan ini sangat berdampak terhadap lingkungan dan menjadi penyebab utama banjir saat musim hujan,” ujar Sukron Ma’Mun, saat ditemui Bantenekspres.co.id di kantor desa, Rabu 1 April 2026.

Menurutnya, aliran Kali Cimanceri yang melintasi wilayah Desa Babat kerap mengalami peningkatan debit air ketika hujan deras. Jika saluran air tersumbat sampah, maka risiko luapan air ke rumah warga akan semakin besar.

“Kalau saluran air bersih, air bisa mengalir dengan lancar. Namun jika penuh sampah, air akan meluap dan akhirnya merugikan masyarakat sendiri. Kami tidak ingin ada lagi rumah warga yang terdampak banjir akibat kelalaian dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Sukron juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menilai penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga.

“Menjaga lingkungan itu tanggung jawab bersama. Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap warga mulai disiplin membuang sampah pada tempatnya,” jelasnya.

Pemerintah Desa Babat juga mendorong masyarakat untuk menyediakan tempat sampah di masing-masing rumah agar pengelolaan sampah lebih tertata. Nantinya, petugas kebersihan akan mengambil sampah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Kami mengimbau warga menyiapkan tempat sampah di depan rumah atau di titik yang sudah disepakati. Dengan begitu, petugas bisa lebih mudah mengangkut sampah dan lingkungan tetap bersih,” ungkap Sukron.

Ia menambahkan, upaya menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya untuk mencegah banjir, tetapi juga untuk menjaga kesehatan masyarakat dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor.

“Lingkungan yang bersih akan membuat masyarakat lebih sehat. Sampah yang menumpuk bisa menjadi sumber penyakit. Jadi manfaatnya bukan hanya mencegah banjir, tetapi juga menjaga kualitas hidup warga,” tambahnya.

Ke depan, Pemerintah Desa Babat berencana meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan kerja bakti, edukasi lingkungan, serta kolaborasi dengan unsur RT dan RW agar kesadaran menjaga kebersihan semakin meningkat.

“Kami akan terus mengedukasi masyarakat melalui kegiatan gotong royong dan sosialisasi lingkungan. Harapan kami, budaya menjaga kebersihan bisa menjadi kebiasaan bersama, bukan hanya saat musim hujan saja,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait