CISOKA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMPN 2 Cisoka melalui ajang FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) tahun 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan sekolah di bidang seni berjalan optimal, dengan siswa mampu bersaing hingga tingkat provinsi. Rabu, (1/4/2026).
Salah satu capaian tersebut datang dari siswa bernama Gidion Bastian Selan yang berhasil meraih juara 1 tingkat Kabupaten Tangerang pada cabang Solo Vokal, sebelum melanjutkan ke tingkat provinsi dan meraih juara 3. Prestasi ini sekaligus mengharumkan nama sekolah di kancah yang lebih luas.
Nursandy Alamsyah selaku Pembina Kesiswaan Sekolah menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten dari sekolah kepada siswa.
“Jadi juara FLS3N, juara 1 tingkat Kabupaten Tangerang. Terus dilanjut lagi naik lagi ke tingkat Provinsi, juara ke-3. Orangnya masih itu aja, namanya Gidion Bastian Selan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ajang FLS3N menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat di bidang seni dan sastra secara lebih terarah.
“Nama acaranya FLS3N, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional. Kalau ini fokus seni sama sastra. Bidangnya bidang Solo Vokal,” kata Nursandy.
Tak hanya berprestasi dalam kompetisi, siswa tersebut juga kerap dipercaya tampil dalam berbagai kegiatan penting di tingkat kabupaten sebagai representasi sekolah.
“Pengisi acara upacara bendera 17 Agustus Kabupaten Tangerang. Orangnya masih itu, Gidion,” ungkapnya.
Selain itu, Gidion juga tampil sebagai bintang tamu dalam ajang Grand Final Kang Nong Kabupaten Tangerang tahun 2025, yang semakin memperkuat peran sekolah dalam melahirkan talenta berbakat di bidang seni.
“Terus jadi pengisi acara bintang tamu di acara Grand Final Kang Nong Kabupaten Tangerang. Kita guest star, bintang tamu acara,” lanjut Nursandy.
Pihak sekolah menilai capaian ini menjadi gambaran bahwa potensi siswa dapat berkembang maksimal jika didukung pembinaan yang tepat dan kesempatan tampil yang luas.
“Iya, orangnya sama semua,” tegasnya.
Sementara itu, Gidion Bastian Selan mengungkapkan perjalanan yang ia lalui hingga akhirnya mampu meraih prestasi tersebut tidaklah mudah. Ia mengaku sempat ragu dan bahkan menolak mengikuti lomba saat masih duduk di kelas 7.
“Awalnya tuh waktu pertama diajak ikut lomba tuh masih ada keraguan waktu kelas 7. Masih ada rasa takut, kayak masih ada rasa trauma lah saat tampil nyanyi. Akhirnya mutusin buat mundur tuh, padahal udah didaftarin,” ungkapnya.
Namun, pada kelas 8 ia mulai memberanikan diri untuk mencoba kembali hingga akhirnya berhasil meraih juara di tingkat kabupaten dan melaju ke provinsi.
“Waktu kelas 8, akhirnya mencoba memaksakan diri supaya lebih berani. Akhirnya mau, terus kita latihan, latihan, latihan sampai akhirnya ikut lombanya. Terus diumumin juara satunya,” katanya.
Ia juga mengaku tidak menyangka bisa meraih juara di tingkat provinsi.
“Enggak sih,” ujarnya singkat saat ditanya apakah ia yakin bisa meraih juara 3 di tingkat provinsi.
Meski demikian, Gidion merasa sangat senang atas pencapaian tersebut dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang ke depannya.
“Senang,” ucapnya.
Ke depan, ia pun bertekad untuk terus melanjutkan prestasinya hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
“Ada. Pengennya sih sampai ke tingkat nasional juga,” tuturnya.
Ia juga memberikan pesan kepada siswa lain agar tidak takut mencoba dan terus berusaha meskipun menghadapi kegagalan.
“Semangat sih, utama itu tuh dari hati juga, mau niatnya apalagi usahanya kan. Sebenarnya kan enggak salah ya kalau misalnya mencoba juga, menang kalah kan juga udah biasa,” pesannya. (*)











