TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Mantan Gubernur Banten yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI, Wahidin Halim (WH), menyoroti memanasnya hubungan antara Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, dengan Wakil Bupatinya, Amir Hamzah.
Wahidin Halim menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh orang nomor satu di Lebak tersebut. Menurutnya, seorang kepala daerah seharusnya menjadi teladan dalam bersikap dan bertutur kata.
“Wah, harus belajar lagi soal etika pemerintahan, soal kewenangan antara Bupati dan Wakil Bupati, dan yang terpenting, harus ada adab,” ungkap WH kepada wartawan usai kunjungan Kerja ke Kantor Dinas Sosial Kota Tangerang, Rabu, 1 April 2026.
Politisi senior ini menegaskan, jabatan pemimpin bukan sekadar memegang kekuasaan, melainkan memikul tanggung jawab moral yang besar. Ia menilai, pernyataan yang menyerang ranah pribadi di depan publik sangat tidak elok dilakukan dalam lingkungan birokrasi.
“Karena pemimpin itu menjunjung tinggi pada moralitas dan etika. Jadi kalau membuat pernyataan, seminimal mungkin tidak menyinggung dan membuat sakit hati rakyatnya. Itu saja,” tegasnya.
WH yang pernah menjabat sebagai Gubernur Banten, mengingatkan pentingnya menjaga harmonisasi antara kepala daerah dan wakilnya demi kelancaran roda pemerintahan.
Dia berharap agar para pemimpin di daerah kembali fokus pada tata kelola pemerintahan yang beradab tanpa harus mengedepankan sentimen pribadi di ruang publik.
Perseteruan Bupati dengan wakilnya tersebut mencuat setelah Bupati Hasbi melontarkan pernyataan yang menyinggung status masa lalu Wakil Bupatinya sebagai mantan narapidana dalam acara formal Halalbihalal di hadapan seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak di Pendopo Bupati Lebak, Senin, 30 Maret 2026
Perseteruan di internal Pemkab Lebak tersebut masih menjadi sorotan hangat khususnya bagi masyarakat Banten, mengingat keduanya merupakan pucuk pimpinan yang seharusnya bersinergi membangun daerah.(*)











