Kepsek SDN Tobat II Optimistis Siswa Hadapi TKA Setelah Jalani Persiapan Intensif

Siswa-siswi saat upacara di SDN Tobat II

BALARAJA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kepala SDN Tobat II, Yuli Herliani, menyatakan optimisme terhadap kesiapan siswa dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sekolah yang berlokasi di wilayah Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang ini telah melakukan berbagai persiapan. Selasa, (31/3/2026).

Yuli Herliani menjelaskan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah menggelar geladi sebagai bagian dari simulasi awal pelaksanaan TKA bagi siswa.

Bacaan Lainnya

Ia menuturkan bahwa meskipun fasilitas yang dimiliki sekolah terbatas, hal tersebut tidak menjadi hambatan utama dalam memberikan pembekalan kepada siswa.

“Kemarin kita sudah geladi ya, sudah melaksanakan geladi, cuma kita tempatnya seperti ini, terbatas, jadi itu anak-anak kita bimbingan aja karena kita sudah membeli buku TKA, jadi tinggal bimbingan saja ke anak-anak,” ujar Yuli.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses bimbingan dilakukan secara langsung atau tatap muka di sekolah.

Ia menambahkan bahwa metode ini dipilih agar siswa dapat lebih mudah memahami materi dan berinteraksi langsung dengan guru.

“Offline, secara langsung,” katanya.

Yuli juga menyampaikan bahwa dirinya turut terlibat langsung dalam membimbing siswa selama proses persiapan berlangsung.

Ia menuturkan bahwa latihan difokuskan pada pengerjaan soal-soal yang terdapat dalam buku TKA, sehingga siswa menjadi lebih familiar dengan bentuk soal yang akan dihadapi.

“Saya sebagai kepala sekolah ikut membimbing karena kita punya buku TKA, jadi kita berlatih soal-soal di situ,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan agar siswa tidak merasa kaget saat menghadapi soal berbasis layar saat pelaksanaan TKA nanti.

Menurutnya, pengalaman sebelumnya seperti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) juga menjadi bekal tambahan bagi siswa dalam menghadapi ujian.

Ia menilai bahwa soal TKA memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena menuntut pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.

“Soal itu tidak segampang yang biasa, tapi kita butuh pemahaman dari uraian soalnya. Benar-benar butuh pemahaman,” jelasnya.

Terkait harapan hasil, Yuli mengaku pihak sekolah memilih untuk tetap optimistis terhadap capaian siswa.

Ia mengatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah menumbuhkan semangat belajar dan kepercayaan diri siswa.

“Kalau untuk harapan kita optimis, optimis saja. Namanya juga anak-anak ya, kita menyemangati mereka supaya bersemangat mau belajar, hasilnya kita tunggu nanti,” tuturnya. (*)

Pos terkait