SOLEAR, BANTENEKSPRES.CO.ID – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kematian mendadak puluhan ekor ayam, Tim Surveilans Puskesmas Cikuya melakukan investigasi langsung ke lokasi peternakan ayam di Taman Adiyasa RT 05/RW 02, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.
Dalam kejadian tersebut, sebanyak 28 ekor ayam dilaporkan mati secara mendadak di kandang. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah desa bersama petugas kesehatan untuk mengetahui penyebab kematian unggas sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit menular..
Kepala Desa Cikuya, Ade Sapri, mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah cepat Tim Surveilans Puskesmas Cikuya yang turun langsung ke lapangan setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kami mendapatkan informasi adanya kematian ayam secara mendadak di salah satu peternakan warga. Setelah menerima laporan tersebut, kami tentu tidak ingin menganggap persoalan ini sebagai hal biasa. Perlu ada langkah pemeriksaan agar diketahui apa penyebabnya,” ujar Ade kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 28 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah desa sangat mendukung upaya investigasi yang dilakukan petugas kesehatan, termasuk pengambilan sampel terhadap ayam yang sakit maupun yang masih sehat.
“Kami mengapresiasi Tim Surveilans Puskesmas Cikuya yang sudah turun langsung melakukan pemeriksaan. Ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat dalam menjaga kesehatan masyarakat serta mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit yang dapat menular,” katanya.
Ade menegaskan, kejadian kematian 28 ekor ayam tersebut harus menjadi perhatian bersama. Terlebih, informasi mengenai penyebab kematian unggas masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dari petugas terkait.
“Kami berharap melalui pemeriksaan ini bisa segera diketahui penyebabnya. Jangan sampai masyarakat membuat kesimpulan sendiri sebelum ada hasil pemeriksaan yang jelas. Kita harus mengedepankan informasi dari petugas yang berwenang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ade mengimbau masyarakat, khususnya warga yang memiliki ternak unggas, agar meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan kondisi kesehatan hewan peliharaan maupun ternaknya.
“Apabila ditemukan ayam atau unggas yang terlihat sakit, mengalami perubahan perilaku, atau mati secara tidak biasa, segera laporkan kepada pemerintah desa maupun petugas kesehatan. Jangan dibiarkan begitu saja karena laporan cepat sangat membantu proses penanganan,” imbaunya.
Ia juga meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar peternakan sebagai bagian dari upaya pencegahan.
“Kebersihan kandang harus diperhatikan, begitu juga lingkungan tempat pemeliharaan unggas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan tidak menyepelekan kejadian seperti ini,” tambahnya.
Ade berharap, melalui koordinasi antara pemerintah desa, Puskesmas Cikuya, serta masyarakat, potensi penyebaran penyakit dapat diantisipasi sejak dini.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan mendapatkan perlindungan. Pemerintah desa akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan kejadian serupa. Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (*)
Reporter: Randy Yastiawan










