TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Camat Cipondoh, Muhamad Marwan, memperkuat edukasi kebersihan lingkungan dengan mendorong keterlibatan pemuda dalam menyosialisasikan larangan membuang sampah sembarangan. Langkah ini dilakukan menyusul masih ditemukannya sejumlah titik pembuangan sampah liar di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.
Marwan mengatakan, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi kesempatan untuk mengajak generasi muda berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat.
“Dalam rangka menyambut Sumpah Pemuda, saya sebagai Camat Cipondoh mengimbau para pemuda untuk ikut berpartisipasi menyosialisasikan kebersihan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Marwan saat diwawancarai, Rabu (28/10).
Ia mengungkapkan, Jalan Hasyim Ashari menjadi salah satu lokasi yang masih kerap ditemukan sampah dibuang sembarangan. Padahal, petugas kecamatan secara rutin melakukan pemantauan dan pengangkutan sampah di sejumlah titik.
Namun, persoalan muncul ketika sampah kembali dibuang oleh oknum masyarakat setelah petugas selesai melakukan pembersihan. Kondisi tersebut membuat penanganan sampah membutuhkan dukungan kesadaran masyarakat, bukan hanya mengandalkan petugas kebersihan.
“Kalau pagi kita angkut, siang sedikit ada lagi orang lewat membuang sampah. Ini yang kadang-kadang menjadi kendala, karena tidak mungkin kita 24 jam nongkrong di situ,” ungkapnya.
Karena itu, Marwan menilai keterlibatan pemuda dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Pemuda diharapkan mampu menjadi pelopor sekaligus mengajak warga membiasakan perilaku hidup bersih di lingkungan masing-masing.
“Kalau pemuda yang bicara ke depan untuk menyosialisasikan, mungkin ini bisa menjadi kolaborasi antara kecamatan dengan para pemuda. Intinya, sama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.
Di sisi lain, Kecamatan Cipondoh terus mengoptimalkan penanganan sampah melalui pengerahan 10 becak motor (bentor) yang menjangkau 10 kelurahan. Setiap hari, petugas menyisir gang-gang berdasarkan rute yang telah ditentukan untuk mengangkut sampah yang ditemukan di lingkungan permukiman.
Kecamatan juga memiliki satuan tugas (satgas) kebersihan yang melakukan pemantauan serta menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Salah satunya laporan mengenai pembakaran sampah di wilayah Poris Plawad yang langsung direspons petugas setelah menerima informasi.
Marwan menegaskan, penanganan persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan sampah, tetapi juga pencegahan kebakaran akibat pembakaran sampah sembarangan. Terlebih, kondisi lahan yang kering berpotensi membuat api merembet ke area sekitarnya.
Dia mencontohkan kejadian di lahan kosong berpagar seng di Jalan Hasyim Ashari, dekat Simpang Gondrong. Saat ditemukan kepulan asap, pengurus RT, RW, dan lurah segera mendatangi lokasi untuk memastikan sumber asap dan melakukan penanganan.
“Langsung Pak RT, Pak RW dengan lurah kita ke sana. Alhamdulillah bisa, ya langsung disiram tiga ember, selesailah. Kalau enggak diawasi, ya itu bisa merembet karena lahan kering semua,” katanya.
Selain itu, kecamatan juga menindaklanjuti pengaduan melalui kanal Lapor terkait pembakaran sampah di Cipondoh Makmur. Saat petugas tiba, aktivitas pembakaran tersebut telah selesai.
Marwan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan dan menghindari pembakaran sampah sembarangan. Dia juga mengajak pemuda mengambil peran aktif dalam mengedukasi warga agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan Cipondoh yang bersih, sehat, dan aman dari ancaman kebakaran. (*)
Reporter: Dhuyuf Khuzaimi










