Target Peningkatan Layanan Dasar Masyarakat di 2027, DCKTR Fokus Infrastruktur dan Sanitasi

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang menggelar forum organisasi perangkat daerah (OPD) membahas rencana program pembangunan daerah di tahun 2027. Targetnya peningkatan layanan dasar masyarakat melalui penguatan pembangunan infrastruktur, khususnya sektor air minum, sanitasi, dan pengendalian tata ruang.

 

Bacaan Lainnya

Program tersebut, menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan permukiman secara berkelanjutan.

 

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangsel Ade Suprizal mengatakan, bahwa arah pembangunan mengacu pada visi pembangunan daerah periode 2020–2029, terutama pada misi keempat yang berfokus pada peningkatan akses masyarakat terhadap infrastruktur Cipta Karya yang berkualitas dan merata.

 

Menurutnya, terdapat empat sasaran utama yang ingin dicapai, yakni peningkatan cakupan layanan air minum aman, layanan sanitasi layak, kualitas pengendalian lingkungan dan tata ruang, serta pengelolaan bangunan gedung dan kawasan permukiman yang lebih tertata.

 

“Tujuan utamanya adalah mendekatkan akses layanan dasar kepada masyarakat sehingga kualitas lingkungan dan permukiman semakin baik,” kata Ade dalam paparan rencana kerja perangkat daerah, pada Kamis 26 Februari 2026

 

Ade Menjelaskan, strategi pembangunan Cipta Karya hingga 2029 mencakup peningkatan akses air bersih sesuai standar pelayanan minimal, perluasan sanitasi layak bagi seluruh rumah tangga, serta penyediaan ruang terbuka hijau yang memenuhi standar kawasan perkotaan berkelanjutan.

 

Selain itu, lanjut Ade, pengendalian pemanfaatan ruang menjadi langkah penting agar pembangunan kota berjalan terarah dan terkendali.

 

Kemudian, pada tahun 2027, sejumlah indikator kinerja ditargetkan meningkat, di antaranya akses rumah tangga terhadap layanan air minum sebesar 23 persen dan sanitasi aman sebesar 21,4 persen.

 

Saat ini, Ade menjelaskan, Pemerintah juga menargetkan peningkatan kualitas lingkungan hidup serta kepatuhan terhadap pengendalian tata ruang.

 

Untuk mencapai target tersebut, menurutnya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang menyiapkan berbagai program strategis, mulai dari pengembangan sistem pengelolaan air limbah perkotaan, pengawasan bangunan gedung melalui Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), hingga penataan dan pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Tangerang Selatan.

 

Dari sisi anggaran, sejumlah program prioritas mendapatkan alokasi signifikan, termasuk pembangunan dan penataan bangunan gedung, pengelolaan sanitasi lingkungan, serta penguatan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) yang menangani persampahan dan air limbah domestik.

 

Selain infrastruktur dasar, Pemerintah Daerah juga memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan. Pada tahun 2027 direncanakan pembangunan dua sekolah menengah pertama (SMP) baru sehingga total SMP negeri di Tangerang Selatan ditargetkan mencapai 28 sekolah.

 

Pembangunan kawasan publik seperti alun-alun kota, fasilitas perkantoran pemerintah, serta pengembangan sistem sanitasi permukiman turut menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.

 

Dengan, program pembangunan rendah karbon dan penguatan perencanaan tata ruang berbasis keberlanjutan juga mulai diimplementasikan sebagai langkah menuju kota yang lebih ramah lingkungan.

 

Ade menambahkan, berbagai program tersebut turut mengakomodasi usulan pokok pikiran DPRD yang akan direalisasikan secara bertahap pada tahun anggaran 2027.

 

“Seluruh perancangan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan dasar sekaligus mewujudkan pembangunan kota yang tertata, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Miladi Ahmad

 

 

 

Caption : Kepala DCKTR Ade Suprizal memimpin forum OPD di Serpong, Kota Tangsel, Kamis 26 Februari 2026. Foto : Miladi Ahmad

Pos terkait