Dibangun Sejak Tahun 1684, Klenteng Boen Tek Bio Saksi Peradaban

Dibangun Sejak Tahun 1684, Klenteng Boen Tek Bio Saksi Peradaban
Warga Kota Tangerang dari Etnis Tionghoa tengah melakukan persembahan di Vihara Boen Tek Bio. Foto: Abdul Aziz/Bantenekspres.co.id

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Klenteng Boen Tek Bio yang berlokasi di dekat Kalipasir, tepatnya Jalan Bhakti No.14, RT.001/RW.004, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, dibangun sejak tahun 1684. Klenteng tertua di Kota Tangerang ini menjadi saksi peradaban dan Tionghoa di wilayah barat pulau Jawa. Klenteng Born Tek Bio ini diperkirakan berusia 400 tahun.

Ketua badan pengurus perkumpulan Boen Tek Bio, Ruby Santamoko, mengungkapkan, Kelenteng Boen Tek Bio merupakan klenteng tertua yang letaknya yang tak jauh dengan Sungai Cisadane.

Bacaan Lainnya

Kelenteng ini menyimpan peran penting dalam sejarah di Tangerang.

Apalagi kelenteng ini dibangun secara gotong royong dan hingga kini bangunannya masih dipertahankan bentuknya.

“Awal mula berdirinya peradaban Tionghoa di Kota Tangerang yakni ketika etnis Tionghoa yang berlabuh di Teluk Naga, Tangerang,’ kata Ruby saat ditemui, belum lama ini.

Etnis Tionghoa tersebut  tinggal dan menikah dengan penduduk setempat. Setelah itu menelusuri Sungai Cisadane dan berhenti di kawasan Pasar Lama, Kecamatan Tangerang.

Di dekat Pasar Lama itulah etnis Tionghoa membangun peradaban Tionghoa salah satunya dengan mendirikan kelenteng untuk tempat bersembahyang.

“Mereka membangun klenteng ini bersama-sama untuk tempat bersembahyang mereka,” ungkap Ruby .

Peradaban dan toleransi di Kota Tangerang begitu kental terjalin. Terbukti dari lokasi Klenteng Boen Tek Bio yang berdekatan dengan Masjid Agung Kali Pasir yang juga merupakan cagar budaya, serta gereja Santa Maria. Ini menunjukan Kota Tangerang memiliki toleransi yang telah dibangun sejak lama.

“Sejak lama khususnya Kota Tangerang ini sebuah kota multikultur dan multi etnis,” tandas Ruby.(*)

Pos terkait