Warga Lebak Protes Pembangunan KDMP Korbankan Lahan Wakaf Kuburan

Warga Desa Cipeundeuy melakukan aksi protes di kantor desa setempat, Senin 9 Pebruari 2026. Foto : A Fadilah/BantenEkspres.co.id

MALINGPING,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ratusan masyarakat Desa Cipeundeuy, Kecaamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten melakukan aksi protes di kantor kepala desa Cipeundeuy, Senin 9 Pebruari 2026.

Dalam aksinya, masyarakat memprotes terkait pembangunan gerai dan gudang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menggunakan tanah wakaf kuburan.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun, masyarakat berbondong bondong mendatangi kantor desa Cipeundeuy. Mereka mengaku kecewa pembangunan gerai koprasi merah putih, tidak melibatkan masyarakat atau tanpa musyawarah.

“Awal pelaksanaan tanah yang akan dijadikan gerai itu lebih ke arah selatan berbatasan dengan kuburan umum. Namun di lapangan, setelah dilakukan pengerukan oleh alat berat bergeser ke utara yang mengerukan tanah wakaf kuburan umum,” kata Asep, warga Cipeundeuy, kepada BantenEkspres.

Menurutnya, dalam pelaksanaan tersebut pihak desa dinilai serampangan dan sama sekali tidak beradab, karena tidak melakukan musyawarah dengan tokoh setempat.

“Hal ini melanggar Pancasila yaitu sila ke 4, dan juga terlalu arogan tidak melihat tokoh masyarakat yang ada di situ,” ujarnya.

Untuk itu, dia dan warga menuntut agar pembangunan tersebut bisa bergeser ke arah selatan dan tidak menyentuh tanah yang ada kuburannya.

“Kami tidak menghalangi dan juga sangat mendukung atas adanya koperasi merah putih tersebut, namun kami hanya ingin pemerintah bisa melihat dan mendengar aspirasi kami, karena kuburan sesepuh kami adalah harga diri kami,” paparnya.

Feni, Kepala Desa Cipeundeuy saat dimintai keterangan melalui sambungan telepon enggan menjawab.

“Maaf Pak, saya lagi di jalan bawa motor,” kilahnya sambil menutup telepon.(*)

Pos terkait