PAKU HAJI, BANTENEKSPRES.CO.ID – Nelayan di Cituis mengeluhkan kondisi dermaga yang berlumpur dan dipenuhi sampah. Endapan lumpur yang menumpuk di sekitar dermaga dinilai menyulitkan kapal nelayan saat bersandar, terutama ketika air laut sedang surut.
Selain lumpur, keberadaan sampah yang terbawa arus juga menambah persoalan di kawasan dermaga. Kondisi ini membuat aktivitas nelayan menjadi kurang nyaman dan kerap menghambat proses bongkar muat hasil tangkapan.
Mulyadi, seorang nelayan mengatakan, kondisi dermaga yang dipenuhi lumpur membuat aktivitas nelayan menjadi terhambat. Menurutnya, keberadaan lumpur sebenarnya sulit dihindari, sehingga proses sandar dan bongkar muat kapal tidak bisa berjalan lancar.
“Inikan banyak lumpur, mau gimana lagi kita mah sebenernya. Ya terhambat, kalau enggak ada lumpur kan lancar,” sebutnya (9/2).
Ia juga menuturkan, kondisi dermaga sebenarnya akan lebih nyaman jika tidak dipenuhi sampah. Menurutnya, keberadaan sampah membuat pergerakan kapal menjadi tidak lancar, sehingga nelayan kerap harus menggunakan bambu untuk meluruskan posisi kapal saat bersandar.
“Sebenernya mah lebih nyaman kalau enggak ada sampah, biar kapal juga lancar, enggak harus makai bambu buat lurusin kapal kan,” ujarnya. (*)











