Tak Semua Bisa Pendidikan Formal, Mendikdasmen Temukan Empat Kendala

Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat memberikan sambutan dalam kegiatan Peresmian Yayasan Ibnu Abbas BSD di Ciater, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Bantenekspres.co.id.

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan tak semuanya masyarakat bisa menempuh pendidikan formal. Oleh karena itu, Mendikdasmen menemukan empat kendala.

Menurut Mu’ti empat kendalanya pertama, kendala finansial, yaitu bagi masyarakat yang tidak bisa menempuh pendidikan dikarenakan faktor ekonomi. Kedua, kendala geografis, ketiga kendala kultural atau kendala budaya dan keempat adalah kendala waktu.

Bacaan Lainnya

“Empat kendalanya pertama finansial, yaitu mereka yang terkendala ekonomi. Kedua, geografis mereka yang tempat tinggalnya tidak memungkinkan untuk belajar di sekolah formal. Ketiga, kultural atau budaya yaitu mereka yang berpandangan bahwa tidak perlu pendidikan yang tinggi-tinggi yang penting sudah bisa membaca, menulis dan berhitung, dan keempat adalah kendala waktu” ujarnya.

Tak hanya itu Mu’ti juga menyebutkan kendala yang keempat ini terjadi bagi masyarakat yang terkadang tidak mempunyai masalah dengan biaya dan budaya. Namun mereka hanya terkdala dengan waktu saja.

“Dan keempat yaitu kendala waktu, tidak ada masalah dengan biaya tidak ada masalah dengan budaya tetapi mereka yang terkendala dengan waktu,” kata Mu’ti dalam peresmian gedung pendidikan Yayasan Ibnu Abbas BSD di Serpong, Tangerang Selatan pada Senin 9 Februari 2025.

Dikatakan Mu’ti, bahwasanya yang dimaksud tidak ada waktu karena profesi itu ada dua, pertama bagi mereka yang merupakan peserta program PKBM, mereka merupakan atlet nasional, dan kedua profesi bagi masyarakat yang bekerja.

“Tidak ada waktunya karena profesi, banyak peserta program PKBM itu adalah atlet nasional kita, dan kalau sedang berlatih dan bertanding, ya tidak sempat sekolah formal. Ada yang terkendala dengan profesi, selain atlet dan mereka yang memang harus bekerja dengan itu dia tidak bisa sekolah formal,” tuturnya.

Oleh karena itu, agar mendorong hal tersebut Mendikdasmen membuka berbagai layanan salah satunya yaitu PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang nantinya dapat menyediakan program khusus dan kesetaraan.

“Maka berbagai layanan kita buka yang sekarang kita dorong Adalah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang bisa menyediakan program kursus-kursus dan pelatihan juga program kesetaraan kelompok belajar paket A,B dan C,” ucapnya.

Mendikdasmen juga mendorong adanya kegiatan SKB (Sandar Kegiatan Belajar) bagi masyarakat yang belajar didalamnya dan Mendikdasmen sudah menyiapkan tatacaranya.

“Kita juga mendorong kegiatan SKB, dimana mereka belajar disitu dan kita siapkan tutornya, dan ini memang perlu kita mendapatkan dukungan dari masyarakat tapi dengan kami memperkuat itu bukan berarti kami tidak memperkuat mutu,” tegasnya. (*)

Pos terkait