TANGERANGEKSPRES.CO.ID – Sejumlah pedagang di Pasar Korelet, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan mandeknya pembangunan pasar yang telah berlangsung selama tiga tahun.
Salah satu pedagang, Mulhat, mengatakan pembangunan pasar tersebut tersendat sejak para pedagang dipindahkan ke Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS). Hingga kini, bangunan yang dijanjikan tak kunjung rampung.
“Sudah hampir tiga tahun pembangunannya belum beres. Kami sudah dipindahkan ke pasar baru, tapi pembangunannya sendiri tidak jelas,” kata Mulhat kepada Tangerang Ekspres, Senin 9 Februari 2026.
Menurut dia, sejak awal pembangunan terkesan dipaksakan meski anggaran tidak tersedia secara memadai. Akibatnya, proyek mangkrak dan para pedagang kecil justru menjadi pihak yang paling terdampak.
“Sudah tahu tidak punya anggaran, tapi tetap dipaksakan membangun. Akhirnya tersendat lama dan kami para pedagang yang kena imbasnya,” ujarnya.
Mulhat menyebut lebih dari 180 pedagang terdampak langsung akibat kondisi tersebut. Berbagai musyawarah telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil konkret.
“Musyawarah sudah sering, sampai saya sendiri jenuh. Tidak ada kejelasan,” katanya.
Ia juga mengaku telah melunasi pembayaran satu kios sejak lama, namun hingga kini kios tersebut belum dapat ditempati karena pembangunan tak kunjung selesai.
“Saya sudah bayar satu kios, sudah lunas. Tapi bangunannya sampai sekarang belum beres juga,” ucapnya.
Sementara itu, Tanggal penjaga pasar menyebut jumlah pedagang yang terdampak bahkan mencapai lebih dari 180 orang. Ia menilai salah satu penyebab utama mandeknya pembangunan adalah pola kerja pemborong yang terlalu bergantung pada dana dari pedagang.
“Pemborong terlalu mengharapkan uang dari pedagang, padahal pedagang di sini kecil-kecil. Seharusnya pemborong membangun dulu sampai selesai,” katanya. (*)











