TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID–Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingat Pemkot Tangerang di arena car free day di Kawasan Tugu Adipura, Minggu (8/2/2026). Di momen itu, pemkot menyerahkan secara simbolis ratusan unit gerobak sampah kepada RW.
Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono beserta jajaran Forkopimda dan diramaikan ribuan masyarakat Kota Tangerang meramaikan Car Free Day (CFD). Sachrudin dalam pidatonya mengajak warga untuk peduli sampah. Sampah rumah tangga diminta untuk tidak langsung dibuang ke tempat sampah.
“Sampah dari rumah dipilah dahulu. Pisahkan organik dan nonorganik. Mengatasi masalah sampah tidak bisa sendirian atau secara parsial. Dalam hal ini, harus dilakukan bersama dari hulu hingga hilir,” paparnya.
Tidak semua sampah harus dibuang ke tempat sampah. Ada beberapa sampah yang masih memiliki nilai ekonomis. Bank sampah yang berada di lingkungan perumahan menjadi sumber ekonomi dari sampah-sampah yang masih bisa dimanfaatkan. “Hidupkan bank sampah seluruhnya di tingkat RW serta seluruh komunitas,” kata Sachrudin.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Wawan Fauzi menjelaskan, CFD kali ini cukup berbeda. Yaitu, seperti adanya lomba kebersihan antar wilayah tingkat RW, pemberian apresiasi kepada sekolah-sekolah tingkat kota, serta penghargaan bagi mitra yang berkontribusi dalam pengurangan sampah.
“Kami juga launching armada pengangkut sampah dan gerobak sampah, sebagai bagian dari penguatan layanan kebersihan di wilayah. Sebanyak 15 unit truk sampah tidak layak pakai, telah diperbaiki atau peremajaan,” katanya.
Selain itu, DLH juga menyalurkan secara simbolis ratusan unit gerobak sampah kepada RW di Kota Tangerang, yang merupakan lanjutan program pengadaan tahun 2025. Wawan menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada armada dan sistem, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Sampah anorganik diharapkan masuk ke bank sampah unit di tingkat RW atau kelurahan, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau maggot di pusat pengolahan kami di TPA Rawa Kucing,” katanya. (adv)










