SEPATANTIMUR,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pondok Kelor Bangkit, desa ini kini tengah memprioritaskan sektor pertanian sebagai unit usaha unggulan.
Kepala Desa Pondok Kelor Junaedi menyatakan dukungannya terhadap inovasi anak-anak muda yang tergabung dalam kepengurusan BUMDes. Ia berharap pengelolaan yang profesional dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi anak-anak muda yang mau terlibat menjadi anggota BUMDes. Dibutuhkan pemikiran yang matang dan kerja keras agar program ini berjalan lancar sesuai harapan,” ujar Junaedi setelah acara launching unit BUMDes Pondok Kelor Bangkit, Rabu, 4 Februari 2026.
Saat ini, BUMDes Pondok Kelor tengah mengelola lahan pertanian seluas kurang lebih 6.000 meter persegi untuk budidaya bawang merah dan jagung. Pemilihan kedua komoditas ini didasarkan pada potensi pasar yang stabil dan kecocokan lahan di wilayah tersebut.
Junaedi menegaskan, transparansi menjadi kunci utama dalam pengelolaan unit usaha ini. Seluruh anggaran dan proses pengerjaan dikelola langsung oleh tim BUMDes secara terbuka.
Target utama dalam satu tahun pertama ini adalah keberlanjutan usaha (survive) agar mampu memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Target optimisnya tentu bisa menyumbangkan PADes untuk desa. Untuk tahap awal, yang penting usaha ini bisa bertahan dan berjalan konsisten dulu,” tambah Junaedi.
Tak berhenti di sektor tanaman pangan, Junaedi membocorkan rencana ekspansi strategis di masa depan. BUMDes Pondok Kelor Bangkit diproyeksikan akan merambah unit usaha peternakan ayam petelur guna memperluas sumber pendapatan.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah desa dan generasi muda, BUMDes Pondok Kelor Bangkit optimis mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan di masa depan.
Untuk informasi, launching BUMDes Pondok Kelor Bangkit juga dihadiri Camat Sepatan Timur Miftah Shuritho, Ketua MUI Sepatan Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepatan, Ketua Pendamping Desa Kabupaten Tangerang, dan tokoh masyarakat desa setempat. (*)
Reporter: Zakky Adnan











