BPS Banten: Luas Panen Padi Capai 345,42 Ribu Hektare, Produksi Capai 1,77 juta ton GKG

Kepala BPS Banten, Dr. Yusniar Juliana dan jajarannya melakukan kunjungan ke Gubernur Banten Andra Soni di kantornya, KP3B, Kota Serang, belum lama ini.

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, berdasarkan hasil survei realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 345,42 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sebesar 46,33 ribu hektare atau naik 15,49 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 299,09 ribu hektare.

Kepala BPS Banten, Dr. Yusniar Juliana mengatakan, puncak panen padi pada 2025 mengalami pergeseran ke Bulan Maret, dari sebelumnya terjadi pada April 2024. Luas panen padi pada Maret 2025 adalah sebesar 72,00 ribu hektare, sedangkan pada April 2024 luas panen padi mencapai 63,09 ribu hektare.

Bacaan Lainnya

“Kalau dibandingkan tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 46,33 ribu hektare atau naik 15,49 persen,” katanya dalam keterangan, Rabu 4 Februari 2026.

Sementara itu, BPS juga merilis potensi luas panen padi pada Januari-Maret 2026, yakni diperkirakan mencapai 134,70 ribu hektare.

“Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 33,26 ribu hektare 32,78 persen dibandingkan luas panen padi pada Januari-Maret 2025 yang sebesar 101,44 ribu hektare,” ujarnya.

Peningkatan luas panen ini juga berbanding lurus dengan total produksi padi pada 2025 diperkirakan sebanyak 1,77 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami peningkatan sebanyak 223,39 ribu ton GKG 14,41 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 1,55 juta ton GKG.

Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada Bulan Maret, yaitu sebesar 398,69ribu ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada Bulan Januari, yaitu sekitar 20,82 ribu ton GKG.

“Adapun potensi produksi padi pada Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 719,66 ribu ton GKG, atau mengalami kenaikan sekitar 161,43 ribu ton GKG 28,92 persen dibandingkan produksi padi pada Januari-Maret 2025 yang sebesar 558,23 ribu ton GKG,” tuturnya.

Yusniar menyebutkan, tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2025 adalah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang. Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan produksi padi (GKG) terendah yaitu Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang.

Peningkatan produksi padi yang cukup besar pada 2025 terjadi di beberapa wilayah sentra produksi padi seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang.

Di sisi lain, terdapat beberapa kabupaten/kota yang mengalami penurunan produksi padi cukup besar, diantaranya Kota Tangerang dan Kota Cilegon,” ungkapnya. ()

Reporter: Syirojul Umam

Pos terkait