Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan Dekat TPBU Cimanggis Ciputat

Bungkusan sampah menumpuk di pinggir jalan dekat TPBU Cimanggis yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Cimanggis, Ciputat. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID –
Pemkot Tangsel telah mengangkut tumpukan sampah yang ada di pinggir Jalan Raya Jakarta-Bogor, tepatnya di depan Pasar Cimanggis, Ciputat. Namun, tak lama kemudian muncul tumpukan sampah baru tak jauh dari lokasi tersebut.

Tumpukan sampah terlihat di trotoal atau pinggir jalan dekat TPBU Cimanggis yang lokasinya hanya sekitar 100 meter dari lokasi awal ada tumpukan sampah yang telah diangkut. Sampah yang dibungkus kantung plastik serta karung berjejer di lokasi pinggir jalan yang rusak.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, tumpukan sampah juga terlihat di pintu masuk pasar Cimanggis. Keberadaan tumpukan sampah-sampah tersebut tidak hanya mengganggu keindahan kota namun, juga membuat arus laku lintas tersendat. Juga bila dibiarkan terlalu lama maka sampah itu akan mengganggu kesehatan masyaratkat.

Warga Ciputat Daniel mengatakan, dirinya dan warga sangat terganggu dengan adanya tumpukan sampah tersebut. “Sangat tidak nyaman, selain bau dengan adanya tumpukan samapah ini membuat jalan jadi macet,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 12 Januari 2026.

Daniel berharap Pemkot Tangsel mengambil tindakan tegas dan nyata untuk mengatasi persoalan sampah. Menurutnya, sampah yang ada di kawasan pasar Cimanggis tidak hanya berasal dari sampah pedagang pasar saja namun, ada juga warga yang melintas sambil membuangnya.

“Saya berharap Pemkot Tangsel segera atasi permasalahan sampah ini, kalau terlalu lama dibiarkan akan membawa dampak lain, misal munculnya berbagai penyakit dan masalah sosial lainnya,” tambahnya.

Sebelumnya, viral di media sosial pengendara sepeda motor yang buang sampah di dekat Pasar Cimanggis memberikan uang kepada petugas kebersihan. Uang yang diberikan sekitar Rp2.000 hingga Rp.5000. Bahkan, ada juga mobil pengangkut sampah berpelat nomor polisi warna hitam juga membuang sampah di lokasi tersebut.

Terkait hal itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyesalkan terkait orang yang biang sampah sembarangan di sekitar Pasar Cimanggis. “Saya sangat tegas, saya sangat melawan sekali orang-orang yang memanfaatkan suasana ini,” ujarnya.

Pilar menambahkan, pihaknya tidak mengetahui siapa orang yang membuang sampah maupun memungut uang dan memanfaatkan situasi yang ada.

“Mereka ini orang-orang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan suasana. Orang membuang sapah, bayar dan dia tidak bertanggung jawab serta tidak mengikuti aturan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) bagi warga yang melanggar aturan pengelolaan sampah. “Penegakan aturan tidak lagi sebatas teguran dan untuk pelanggaran tertentu warga bisa diproses melalui mekanisme tipiring,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut mengaku telah menugaskan jajaran terkait, mulai dari Asisten II, satpol PP sampai perangkat daerah lainnya untuk berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri.

Hal itu dilakukan untuk menyiapkan teknis pelaksanaan penindakan tipiring di lapangan. Dimana pelanggaran yang akan menjadi sasaran penindakan meliputi membakar sampah, tidak memilah sampah organik dan anorganik, serta membuang sampah tidak pada tempatnya.

Menurutnya, penindakan ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah serta Perda Ketentraman dan Ketertiban Umum. “Saya berharap penerapan sanksi tipiring ini dapat meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan warga dalam mengelola sampah, terutama di tengah kondisi darurat yang masih berlangsung,” tuturnya.

“Saya juga berharap sanksi tipiring ini dapat menekan volume sampah sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kota. Terlebih saat ini TPA Cipeucang telah penuh,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait