BPBD Bekali Siswa SDN Peninggilan 5 Ciledug Pengetahuan Mitigasi Bencana

BPBD Bekali Siswa SDN Peninggilan 5 Ciledug Pengetahuan Mitigasi Bencana
Lewat PERSAMI, Siswa SDN Peninggilan 5 Ciledug diajari Mitigasi Gempa dan Kebakaran oleh BPBD Kota Tangerang. Foto Ahmad Syihabudin/Bantenekspres.co.id

CILEDUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ratusan pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Peninggilan 5 Ciledug, Kota Tangerang, Banten, mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI) yang digelar pada 13–14 Desember 2025 di halaman sekolah.

Tak sekadar berkemah, kegiatan ini diisi dengan pelatihan mitigasi bencana gempa bumi serta penanganan awal kebakaran yang difasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

Pelatihan diikuti siswa kelas IV hingga VI dengan antusias. Para pelajar dibekali pengetahuan dan langkah-langkah konkret yang harus dilakukan saat bencana terjadi, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dalam simulasi gempa bumi, kegiatan belajar mengajar dihentikan sejenak. Sesuai arahan petugas dan guru, para murid langsung berlindung di bawah meja.

“Kalau ada gempa dan alarm darurat, kita sembunyi di bawah meja. Kalau sudah, guru bilang evakuasi, kita angkat bangku taruh di atas kepala, lalu antre ke titik kumpul,” ujar Fatih Alvaro, salah satu siswa Minggu 14 Desember 2025.

Setelah guncangan dinyatakan berhenti, murid dievakuasi menuju titik kumpul di halaman sekolah sambil melindungi kepala menggunakan tangan atau bangku.

Selain simulasi gempa, siswa dan guru juga mendapat pelatihan penanganan awal kebakaran. Materi disampaikan melalui dua metode, yakni tradisional dan modern.

Pada metode tradisional, peserta mempraktikkan pemadaman api menggunakan handuk basah untuk menutup sumber api.

Sementara metode modern dilakukan dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), termasuk simulasi penanganan kebocoran tabung gas.

“Kayak nutupin api pakai handuk biar enggak kebakar lagi, sama pakai APAR disemprot,” kata Chalista Feby, siswi lainnya.

Kepala SDN Peninggilan 5, Wahyuni, mengatakan pelatihan mitigasi bencana sengaja dimasukkan dalam rangkaian PERSAMI menjelang libur akhir tahun.

“Ini untuk mengantisipasi kalau terjadi gempa bumi. Walaupun bukan pelajaran sekolah, ilmu ini sangat penting untuk rumah tangga dan juga bagi guru,” ujarnya.

Anggota BPBD Kota Tangerang, Barasetio, menegaskan pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak usia dini sebagai bekal di masa depan.

“Kami memberikan edukasi pencegahan dan mitigasi bencana kepada anak-anak sedini mungkin sebagai bekal mereka ke depan,” kata Barasetio.

BPBD Kota Tangerang berkomitmen terus menggelar pelatihan mitigasi bencana secara masif guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)

Pos terkait