150 Peserta Dari 21 Provinsi, Ambil Bagian Dalam Turnamen Domino Nasional di Kota Tangsel

150 Peserta Dari 21 Provinsi, Ambil Bagian Dalam Turnamen Domino Nasional di Kota Tangsel
Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) Andi Jamaro Dulung (tengah) dan para pengurus bersama-sama mengangkat kartu domino sebagai tanda dibukanya turnamen domino nasional. Foto Tri Budi/Bantenekspres.co.id

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Merayakan hari lahir ke-6 tahun Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) gelar turnamen domino tingkat nasional. Turnamen dengan tema “PORDI executive functionary invivation” tersebut dilaksanakan di Hotel Trembesi Serpong, 13 dan 14 Desember 2025.

Sebanyak 150 peserta dari 21 provinsi se-Indonesia mengikuti turnamen tersebut. Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) Andi Jamaro Dulung mengatakan, turnamen domino tersebut dapat dikatakan sangat istimewa, karena dihadiri dan diwakili oleh hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Pesertanya 150 orang dari 21 provinsi se-Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu, 13 Desember 2025.

Andi menambahkan, dalam turnamen domino tersebut hanya 1 nomor yang dipertandingkan, yakni sistem berpasangan. “Teknis bermainnya ada aturan yang telah diatur organisasi, cara mengakhiri itu sudah ada, orang salah turuun ada dendannya dan tidak ada unsur judi,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini sudah 28 provinsi se-Indonesia yang sudah memiliki kepengurusan dan tinggal 10 provinsi yang belum dilantik kepengurusannya. Pihaknya selama 6 tahun membuat PORDI tersosialisasi di masararakat dan masyarakat sudah bisa membedakan mana judi dan mana bermain domino.

“Tidak lagi judi didalam domino. Kerja 6 tahun ini kami sudah bisa memisahkan dan kedua dari permainan tradisional berada ditingkat paling bawah dan kita sudah bisa sampai ke hotel bintang 5,” jelasnya.

Andi menuturkan, PORDI memiliki moto 4N+1L. Yakni, no judi, no alkohol, no narkoba, no smoking, dan apabila tiba waktunya tertib beribadah. Lima hal tersebut yang menjadi ciri khas PORDI.

Menurutnya, pihaknya sudah memasukan permohonan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar menjadi cabang olahraga (cabor). “Tinggal domainnya pihak KONI karena, ada 1 syarat yang belum terpenuhi yakni kita belum terdaftar di FIDO (Federasi Internasional Domino Organitation). Itu segera kita lakukan dan kalau itu sudah terjadi insya allah kita sudah terdaftar sebagai cabor resmi di KONI,” tuturnya.

“PORDI ini adalah olahraga yang digemari masyarakat dan jangan dicemari dengan kegiatan-kegiatan negatif,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kota Mohamad Robert Usman mengatakan, pihaknya sudah berkolsultasi dan berkomunikasi dengan KONI Kota Tangsel karena, PORDI Kota Tangsel belum menjadi anggota KONI maka dalam Porprov 2026 mendatang PORDI tidak akan dipertandingkan.

“Dalam Porprov 2026 PORDI tidak akan dipertandingkan tapi, kami akan melakukan esksibisi,” ujarnya.

Robert Usman bersyukur, jika merujuk pada struktur organisasi PORDI Kota Tangsel didalam aturan organisasi memang terdapat kepengurusan daerah, mulai dari Pengda provinsi, Pengda kota/kabupaten, pihaknya pihaknya diwajibkan membentuk Gardu-Gardu yang dikenal sebagai Keluarga Domino Unggul.

“Di Kota Tangsel  sendiri, alhamdulillah struktur ini sudah terbentuk hingga tingkat kecamatan. Dari 7 kecamatan dan 54 kelurahan, sebagian besar Gardu sudah terbentuk. Yang membanggakan, di bawah setiap Gardu tersebut juga berkembang berbagai komunitasnya. Jadi satu gardu bukan hanya satu titik, tetapi menjadi pusat dari banyak komunitas domino yang aktif,” jelasnya.

Hal inilah yang kemungkinan menjadi salah satu alasan PB PORDI menunjuk Kota Tangsel sebagai tuan rumah. Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

“Kesempatan ini sangat berharga, mengingat dari sekian banyak provinsi, Tangsel dipercaya menjadi tuan rumah, dan bisa jadi momentum seperti ini tidak terulang lagi dalam waktu 10 tahun ke depan,” tuturnya.

“Karena itu, kami mempersiapkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PORDI, dan berharap melalui kegiatan ini masyarakat Kota Tangsel semakin mengenal olahraga domino sebagai bagian dari Domino,” ungkapnya.

Robert Usman mengaku, saat ini memang peminat Domino masih didominasi oleh usia 30 tahun ke atas. Namun, pihaknya sedang menggalakkan pembinaan pemain pemula, termasuk generasi muda.

“Mudah-mudahan di setiap daerah, dengan pendekatan masing-masing, domino dapat dikenalkan sebagai salah satu cabang olahraga, bisa melalui muatan lokal, unsur budaya, maupun unsur pendidikan lainnya,” tutupnya. (*)

Pos terkait