Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi, Antisipasi Banjir di Kota Tangerang

Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi, Antisipasi Banjir di Kota Tangerang
Apel Siaga Bencana di Kawasan Situ Cipondoh, Kota Tangerang di Pimpin Wali Kota Sachrudin. Foto Ahmad Syihabudin/Bantenekspres.co.id

CIPONDOH,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menggelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Kota Tangerang.

Apel Siaga Bencana ini berlangsung di Kawasan Situ Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Rabu 10 Desember 2025. Dipimpin Wali Kota Tangerang Sachrudin. Dihadiri oleh Basarnas, BMKG Kota Tangerang, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), aparat kewilayahan, komunitas relawan, serta unsur masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan apel siaga ini bertujuan untuk melihat dan memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sarana dan prasarana dari seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

“Apel siaga ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menyiapkan seluruh personel, alutsista, serta menguji pelaksanaan simulasi dan koordinasi antarinstansi, baik dari pemerintah daerah, instansi vertikal, relawan, hingga unsur kewilayahan,” ujar Mahdiar.

Ia menjelaskan, kegiatan ini penting untuk membangun kemudahan koordinasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi.

Mahdiar menyebutkan, BPBD Kota Tangerang telah memetakan sejumlah potensi kerawanan bencana, mulai dari banjir, kebakaran, cuaca ekstrem, gempa bumi, hingga tsunami. Namun, bencana yang paling perlu diantisipasi saat ini adalah banjir dan kebakaran.

“Antisipasi Banjir, Wilayah timur Kota Tangerang seperti Larangan, Ciledug, dan Karang Tengah menjadi kawasan yang cukup rawan. Sementara wilayah barat hingga akhir tahun ini relatif kondusif,” jelasnya.

Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat prediksi dari BMKG yang menyatakan curah hujan masih cukup tinggi hingga Februari atau Maret mendatang.

Dalam apel siaga tersebut, sekitar 650 personel dari berbagai instansi diterjunkan. Mahdiar menegaskan bahwa kekuatan personel dan sarana prasarana yang dimiliki instansi terkait sebenarnya jauh lebih besar.

“Yang ditampilkan hari ini merupakan simbol dan gambaran sebagian kecil dari sarana dan prasarana yang dimiliki. Basarnas, PMI, relawan, ORARI, dan unsur lainnya telah menunjukkan kesiapan yang baik dan siap diterjunkan jika terjadi bencana di Kota Tangerang,” tutup Mahdiar.

Wali Kota Sachrudin Ajak Masyarakat Donasi Bencana di Sumatera dan Aceh

Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi, Antisipasi Banjir di Kota Tangerang
Wali Kota Sachrudin bersama Kepala BPBD Mahdiar Cek Kesiapan Siaga Bencana

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan apel kesiapsiagaan terhadap Bencana Hidrometeorologi digelar sebagai upaya antisipasi terhadap potensi yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah Kota Tangerang.

“Bencana bisa terjadi kapan saja dan tidak pernah kita duga. Karena itu, Kota Tangerang menetapkan siaga bencana dengan melibatkan seluruh komponen, baik pemerintah, lembaga terkait, hingga masyarakat,” ujar Sachrudin.

Ia berharap, penetapan siaga bencana ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

“Kami mengajak semua unsur, mulai dari organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, sampai warga untuk bergerak bersama, agar potensi bencana bisa diminimalkan,” katanya.

Sachrudin juga mendorong camat dan lurah untuk aktif melibatkan masyarakat dalam kesiapsiagaan dini di lingkungan masing-masing. Informasi dari masyarakat dinilai penting sebagai dasar pengambilan langkah cepat di lapangan.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana, pemerintah memastikan seluruh peralatan penanggulangan bencana telah dilakukan pengecekan dan dalam kondisi berfungsi dengan baik. Pada tahun ini, Pemkot Tangerang juga menambah sejumlah peralatan, termasuk pompa air dan perlengkapan pendukung lainnya.

Selain fokus pada kesiapsiagaan di wilayahnya, Pemkot Tangerang turut mendorong masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap daerah lain yang terdampak bencana. Sachrudin mengaku telah menginstruksikan BPBD Kota Tangerang dan dinas terkait untuk mengirimkan bantuan bagi korban banjir di Sumatra dan Aceh.

“Donasi yang terkumpul mencapai Rp477 juta dan akan disalurkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak. Selain itu, personel juga akan dikirim untuk membantu di lokasi bencana,” ujarnya.

Dalam upaya mengantisipasi banjir di Kota Tangerang, berbagai langkah terus dilakukan, antara lain peninggian turap di wilayah rawan seperti Periuk, Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane, dan Kali Angke, serta normalisasi sungai yang berkelanjutan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Bukan lagi soal kewenangan, tetapi bagaimana kita bersama-sama mengantisipasi dan mengatasi banjir di Kota Tangerang,” tegas Sachrudin.

Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini guna meminimalkan risiko bencana. (*)

Pos terkait