Pemkab Lebak Siap Kelola Sampah Terpadu Dengan Zero Waste

Pemkab Lebak Siap Kelola Sampah Terpadu Dengan Zero Waste
Bupati Hasbi bersama kementerian dalam negeri melakukan diskusi terkait program pengolahan sampah, di Pemkab Lebak, Selasa 11 November 2025. Foto A Fadilah/BantenEkspres.co.id

RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lebak melakukan diskusi bersama Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan pokok pembahasan kesiapan Pemerintah Kabupaten Lebak untuk melaksanakan program LSDP (Local Service Development Program), yakni Program Pemerintah Daerah untuk Perbaikan Pelayanan Publik dan Pengelolaan sampah Tahun 2026.

Dalam pertemuan tersebut Bupati Lebak, Moch Hasbi Jayabaya menyampaikan kesiapan pemerintah Kabupaten Lebak untuk mengimplementasikan progran LSDP pada tahun 2026 terkait pengelolaan sampah terpadu dengan zero waste yang berlokasi di TPA Dengung dan TPA Cihara.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, Kabupaten Lebak menjadi daerah percontohan pada program LSP ini,” kata Hasbi di Pemkab Lebak, Selasa 11 November 2025.

Menurut dia, program LSDP merupakan inisiasi Kementerian Dalam Negeri dan didukung oleh Bank Dunia, serta melibatkan pemerintah daerah sebagai program percontohan.

Lanjut dia, kesiapan Kabupaten Lebak dalam hal ini telah menyiapkan lahan untuk dibangun TPST di Dengung dan di Cihara, menyelesaikan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (Rancangan Teknik Rinci), serta dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam menerima program tersebut.

“Semua persyaratan telah kita penuhi, mudah-mudahan tahun 2026 nanti program LSDP ini bisa terealisasikan,” ujarnya.

Iwan Kurniawan, Direktur PEIPD Kemendagri memastikan, bahwa Kabupaten Lebak telah siap untuk merima program LSDP pada Tahun 2026, serta dokumen dan ketentuan telah dipenuhi secara clear and clean.

Dengan dilaksanakan program LSDP, Program Pemerintah Daerah untuk Perbaikan Pelayanan Publik dan Pengelolaan sampah, diharapkan mampu menanggulangi masalah tata kelola pengelolaan sampah yang selama ini menjadi masalah di setiap daerah dengan efektif, efesien, tidak mencemari lingkungan, dan menghasilkan produk yang bernilai seperti RDF. (*)

Pos terkait