CIKUPA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Untuk mencegah dan memutus mata rantai narkoba di kalangan pelajar, SMPN 5 Cikupa, Kecamatan Cikupa, melantik duta anti narkoba yang diambil dari siswa di berbagai kelas yang ada di SMPN 5 Cikupa.
Pelantikan duta anti narkoba, sebagai salah satu cara sekolah mencegah dan mengantisipasi peredaran narkoba di kalangan pelajar. Selain itu, mencegah pelajar SMPN 5 Cikupa terkena narkoba dan bahaya narkoba. Para duta anti narkoba tersebut, nantinya bertugas melakukan kampanye anti narkoba, membuat sosialisasi dan juga berbagai program pencegahan anti narkoba di sekolah.
Kepala SMPN 5 Cikupa Nur Hikmah mengatakan, terbentuknya kader anti narkoba di kalangan pelajar sebagai bentuk komitmen sekolah dalam memberantas narkoba di kalangan pelajar, jangan sampai siswa SMPN 5 Cikupa terjerumus dalam penggunaan narkoba jenis apapun. Karena, bahaya narkoba sangat tidak baik dan bisa membuat masa depan siswa menjadi rusak.
“Pelantikan duta anti narkoba ini sebagai bentuk komitmen kita dalam mencegah, memberantas dan memutuskan peredaran narkoba jenis apapun di kalangan pelajar. Sehingga, kedepan tidak ada siswa yang terjerumus atau mencoba-coba menggunakan narkoba jenis apapun,”ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 9 Oktober 2025.
Nur menambahkan, duta anti narkoba yang telah dilantik harus memiliki program dan juga kegiatan sosialisasi anti narkoba, sehingga program anti narkoba kuat dan berjalan sebagaimana mestinya. Jangan sampai setelah dilantik duta anti narkoba hanya diam saja.
“Harus aktif, harus ada kegiatan, dan harus bergerak melakukan sosialisasi anti narkoba di kalangan pelajar di SMPN 5 Cikupa. Sehingga, siswa bisa paham dan tidak terlibat dalam kejahatan narkoba,”paparnya.
Ia menjelaskan, sejauh ini semua siswa sehat dan tidak terlibat dengan narkoba, bahkan siswa juga aktif dalam kegiatan sekolah. Dan itu harus di pertahankan agar siswa dapat mengerti bahwa narkoba bisa merusak masa depan mereka.
“Semoga, siswa SMPN 5 Cikupa tetap komitmen dalam mencegah adanya narkoba baik di sekolah maupun di luar sekolah. Jangan sampai, siswa terlibat karena memang narkoba merusak segalanya dan tidak ada pengguna narkoba yang selamat,”tutupnya. (*)
Reporter : Randy Yastiawan










