LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Hari pertama Ujian Sekolah (US), SDN Larangang 9 memberikan pengarahan kepada siswa sebelum memasuki ruangan ujian sekolah, Senin 4 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan mental dan teknis para peserta didik tetap terjaga secara optimal.
Kepala SDN Larangan 9, Damiyati, menekankan pentingnya disiplin dan ketenangan dalam menghadapi setiap butir soal. Menurutnya, pengarahan di lapangan ini menjadi ritual penting untuk menyatukan fokus siswa agar tidak merasa terbebani oleh tekanan ujian yang seringkali memicu kecemasan berlebih.
Damiyati merinci, persiapan hari ini mencakup berbagai aspek teknis yang harus dipatuhi. Ia menyebut, mulai dari pembacaan tata tertib hingga pembagian atribut ujian dilakukan secara transparan di hadapan seluruh siswa. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi kebingungan saat mereka sudah berada di dalam ruang ujian masing-masing.
“Hari ini, alhamdulillah, persiapan yang pertama ujian sekolah itu dilaksanakan, diawali dengan pemberian pengarahan oleh masing-masing kepala sekolah, terus dibacakan juga tata tertib yang harus dilaksanakan di ruang kelasnya, di ruang ujiannya masing-masing, kemudian sama pemberian name tag dan lain-lain,” ujarnya kepada bantenekspres.co.id, Senin 4 Mei 2026.
Damiyati juga menjelaskan mekanisme alur masuk ruang ujian yang telah disusun secara sistematis. Siswa diminta untuk memperhatikan bunyi bel sebagai penanda perpindahan tahapan ujian. Mulai dari bel bersiap, bel pengisian identitas, hingga bel tanda pengerjaan soal dimulai, semuanya diatur untuk melatih manajemen waktu para siswa.
Selain itu, terkait mata pelajaran yang diujikan pada hari perdana ini, SDN Larangan 9 menjadwalkan dua materi utama. Sesuai dengan arahan dinas pendidikan, para siswa menghadapi soal Bahasa Indonesia pada jam pertama, yang kemudian dilanjutkan dengan materi Pendidikan Agama pada sesi kedua.
Lebih lanjut, kata Dimiyati, pihak sekolah mengapresiasi tingkat kehadiran siswa yang mencapai angka sempurna seratus persen pada hari pembukaan ini. Tidak ada siswa yang harus dijemput ke rumah karena sakit atau kendala lainnya. Kesiapan fisik dan kehadiran penuh ini menjadi sinyal positif bagi sekolah dalam meraih target kelulusan maksimal tahun ini.
Damiyati berpesan, agar anak didiknya mengutamakan kejujuran dan ketelitian. Ia berharap hasil yang didapatkan nanti mampu menjadi tiket bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) impian mereka tanpa hambatan yang berarti.
“Pesannya anak-anak mengerjakan soal-soal dengan baik tentunya ya, dengan benar agar hasilnya memuaskan, bisa lulus dengan sempurna, bisa mendaftar ke sekolah yang diinginkan. Harapannya itu aja buat anak-anak pokoknya sukses 100 persen lulus,” tambahnya. (*)
Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi
Siswa-siswi kelas 6 SDN Larangan 9 dan 11, sedang berbaris di lapangan saat diberikan pengarahan sebelum pelaksanaan Ujian Sekolah, Senin 4 Mei 2026. Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/bantenekspres.co.id











