KOTA TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID–Pemkot Tangerang diganjar penghargaan oleh Pemprov Banten sebagai kota dengan penurunan stunting terbaik di Provinsi Banten. Angka kasus anak stunting paling kecil di Banten, 11,2 persen.
Angka stunting Kota Tangerang pada 2024 sebesar 11,2 persen, jauh di bawah angka Provinsi Banten yang sebesar 21, persen dan nasional sebesar 19,8 persen. Bahkan, Kota Tangerang telah melampaui target nasional sebesar 14 persen.
Namun, Wali Kota Tangerang Sachrudin tidak mau berpuas diri dengan angka 11,2 persen. “Sampai akhir Desember 2025 harus turun lagi, targetnya menjadi 5,8 persen. Kita terus berupaya hingga mencapai angka nol, zero case. Sampai tidak ada kasus stunting,” ujarnya, Senin 6 Oktober 2025.
“Berdasarkan survei angka prevalensi stunting di Kota Tangerang tercatat sebesar 11,2 persen, jauh di bawah angka Provinsi Banten sebesar 21,1 persen dan nasional sebesar 19,8 persen. Bahkan, Kota Tangerang telah melampaui target nasional sebesar 14 persen,” jelas Sachrudin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting di Kota Tangerang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi. Tetapi juga mencakup pembenahan lingkungan tempat tinggal.
“Kami juga mendorong terciptanya rumah yang sehat, salah satunya melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah, dengan target 1.000 unit rumah diperbaiki pada tahun 2025,” tambahnya.
“Karena bukan hanya asupan gizi yang penting dari ibu hamil hingga anak lahir, tetapi juga rumah yang bersih, sehat, dan memiliki sanitasi memadai turut berperan penting dalam mencegah stunting,” lanjutnya.
“Kami bangga menjadi bagian dari gerakan ini dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta, agar tidak ada lagi anak-anak di Kota Tangerang yang mengalami stunting,” jelas Sachrudin.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menuturkan, penghargaan bergengsi ini diterima dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Banten, Sabtu 4 Oktober 2025. Tercatat, Pemkot Tangerang pada tahun kemarin berhasil menunjukkan penurunan angka prevalensi stunting secara signifikan, dari 17,6 persen menjadi 11,2 persen.
“Penghargaan ini tidak bisa dilepaskan dari kontribusi dan kerja sama semua pihak khususnya dalam menyukseskan aksi konvergensi yang melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung,” katanya.
Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang menargetkan dapat terus melanjutkan penurunan angka prevalensi stunting secara konsisten. Tahun ini, Pemkot Tangerang menargetkan dapat mencatatkan penurunan angka prevalensi stunting hingga 5,8 persen.
“Kami akan berupaya penurunan angka prevalensi stunting ini bisa terus berlanjut, meski angka prevalensi stunting di Kota Tangerang telah melampaui target nasional yang telah ditetapkan sekitar 14 persen,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang akan terus mengawal kinerja delapan aksi konvergensi penurunan stunting agar ke depannya bisa berjalan lebih maksimal. (adv)











