JATIUWUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melayani kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Tangerang. Namun, dari 17 SPPG baru beberapa yang memiliki Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS).
Pemkot Tangerang terus mendorong agar dapur SPPG memenuhi standar higiene sesuai pengawasan Dinkes dan ahli gizi.
Seperti dapur SPPG Yayasan Nurul Kuncung Keroncong, Kecamatan Jatiuwung, sejak beroperasi pada 17 Februari 2025 lalu hingga saat ini SPPG tersebut belum memiliki SLHS. Dapur tersebut memiliki luas lahan sekira 300 meter persegi. Disamping dapur pengolahan pangan terdapat tempat pencucian ompreng.
Kepala SPPG Yayasan Nurul Kuncung Keroncong Jatiuwung, Erwin Bintang mengungkapkan, bahwa untuk mendapatkan SLHS harus melalui beberapa persyaratan, salah satunya para pegawai khususnya juru masak harus mengikuti pelatihan yang dilakukan Dinas Kesehatan.
“Pegawai kami baru enam orang yang sudah ikut pelatihan sama Dinkes Kota Tangerang, setidaknya 50 persen dari jumlah pegawai. SPPG kami total keseluruhan ada 50 orang pegawai,” ungkap Erwin saat ditemui, Senin, 6 Oktober 2025.
“Jadi kita nunggu arahan Dinkes, kita juga ingin cepat diterbitkan,” sambungnya.
Erwin memaparkan, dari 50 orang pegawai, pihaknya menugaskan untuk beberapa bagian diantaranya, 10 orang juru cacah, 10 orang juru masak, 10 orang bagian packing dan 10 orang bagian pendistribusian. Kemudian 7 orang bagian kebersihan dan 3 orang bagian manajemen.
Erwin yang ditugaskan dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengelola SPPG tersebut menyampaikan, berdasarkan arahan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq yang sempat berkunjung ke dapurnya, meminta agar sampah pasca pengolahan dan pendistribusian MBG agar dapat diolah menjadi pupuk kompos.
Namun karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Tempat, pihaknya memberdayakan warga sekitar untuk memanfaatkan sampah tersebut untuk pakan ternak seperti ikan lele, gurame dan lainnya.
“Karena ada warga sekitar yang minta untuk pakan ternak ikan, kita merasa terbantu, jadi setiap harinya ada yang ngambil,” ujar Erwin.
Dia merinci, selama beroperasi hingga kini SPPG Yayasan Nurul Kuncung Keroncong, Jatiuwung, menyalurkan paket MBG sebanyak 3.806 untuk enam sekolah dan Ibu hamil, Ibu menyusui serta balita di lingkungan Kelurahan Keroncong, Kecamatan Jatiuwung.
“Untuk menu hari ini yaitu, Nasi Putih, Ayam Kalasan, sayur Capcay, tempe Goreng dan buah jeruk,” sebutnya.
Menurutnya, selama ini bahan pangan MBG yang disalurkan dapat diterima dengan baik oleh para penerima manfaat.
“Alhamdulillah selama ini mereka suka dengan menu yang kami sajikan. Semoga kedepan terus lancar dan tidak ada kendala apapun,” pungkasnya.(*)











