Soal Mebeler SMKN 8 Tangsel, Begini Kata Wagub Dimyati

SETU,BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah angkat bicara terkait SMKN 8 Kota Tangsel yang tidak memiliki kursi dan meja belajar sejak 2023.

Meskipun saat ini kebutuhan kursi dan meja belajar sudah dikirim oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten namun, jumlahnya masih kurang. Tak hanya itu, kursi dan meja yang dikirim juga kondisinya bekas.

Bacaan Lainnya

“Laporkan, kalau ada yang begitu tidak boleh, nanti kita cek ya, apakah yang bekas ini apakah belinya baru atau memang ini sumbangan. Nanti kita cek, kalau bisa buat laporan. Saya akan periksa itu,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID seusai membuka MTQ ke-16 tingkat Kota Tangsel di halaman Kantor Kecamatan Setu, Senin, 4 Agustus 2025 malam.

Dimyati menambahkan, Asda 1 Pemprov Banten yang membidangi soal pendidikan dan dirinya memerintahkan Asda 1 agar mendalami permasalahan yang terjadi di SMKN 8 Kota Tangsel.

“Kebetulan Asda 1 ini membidangi itu dan ini masukan yang bagus, sekarang ini semua serba transparan, jadi apa saja laporkan,” tambahnya.

Dimyati mengaku, pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah tahun ini ada pengadaan mebeler untuk kebutuhan SMKN 8 Kota Tangsel atau tidak. “Kita nanti ada program pengadaan mebeler apa tidak begitu ya, nanti kita cek,” terangnya.

Dimyati mengaku, akan mendatangi SMKN 8 Kota Tangsel untuk melihat secara langsung permasalahan yang terjadi disana. Ia mengaku akan datang ke SMKN 8 Tangsel pada Selasa, 5 Agustus 2025 sore.

“Jam 13 saya rapat paripurna, jam 15 an insya allah saya akan ke SMKN 8 Tangsel,” ungkapnya.

“Kasian pak wali lho kalau dikirim meja dan kursi yang jelek-jelek karena, inikan anak-anak pak wali yang sekolah disitu,” tutupnya.

Sementara itu, Asda l Bidang Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Banten Komarudin menduga, tidak adanya mebeler di SMKN 8 Tangsel sejak 2023 lantaran ada salah perencanaan sejal awal.

“Kemungkinan dan dugaan saya pertama saat perencanaan pembangunan tuh tidak sekaligus mebeler, lalu dugaan saya berikutnya tidak direncanakan juga, akhirnya yang ada dibawa. Perencanaannya belum matang,” ujarnya.

Komarudin menambahkan, pihaknya akan berusaha untuk mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk menganggarkan mebeler untuk SMKN 8 Tangsel pada APBD Perubahan 2025.

“Di APBD perubahan ini masih ada kesempatan dan nanti kita coba,” tutupnya.

Diketahui, ratusan siswa SMKN 8 Kota Tangsel belajar di lantai. Kondisi tersebut terjadi sejak 2023. Hal itu terjadi karena sekolah yang berlokasi di Jalan H. Jamat Gang Rais, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel tersebut belum dilengkapi kursi dan meja belajar.

Tak lama setelah viral, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten mengirim mebeler ke SMKN 8 Tangsel. Namun, kursi dan meja yang dikirim kondisinya bekas. Tak hanya itu, jumlah kursi dan meja yang dikirim juga masih kurang untuk kelas 12. (*)

 

Pos terkait