TELUKNAGA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Jelang HUT RI ke-80, penjual bendera merah putih musiman yang berjualan di sepanjang jalan raya Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga, mengeluh lantaran sudah satu Minggu berjualan belum ada peningkatan penjualan.
Bahkan, biasanya masyarakat yang datang untuk membeli umbul-umbul, aksesoris, dan bendera merah putih saat ini hanya beberapa saja. Hal tersebut, karena masyarakat lebih memilih membeli di toko e-commerce lantaran harga lebih murah dibandingkan beli langsung ke pedagang bendera merah putih.
Sentot salah satu pedagang bendera merah putih mengatakan, bahwa selama satu Minggu barang yang di jual hanya lalu 4 barang saja, selebihnya tidak laku terjual karena masyarakat banyak membeli di toko online. Padahal, harga yang di tawarkan sudah terbilang murah.
“Untuk ukuran besar bendera merah putih saya jual di harga Rp 120 ribu, ukuran sedang saya jual Rp 70 ribu dan yang kecil saya jual Rp 45 ribu. Kalau umbul-umbul saya jual Rp 80 ribu. Harga tersebut sudah saya turunkan dari harga bisanya. Kalau begini sampai tanggal 17 Agustus bisa rugi besar saya karena saya ambil dari produsen,”ujarnya kepada Banteneskpres.co.id, Selasa 5 Agustus 2025.
Sentot menambahkan, bahwa dirinya kurang paham cara berjualan di toko online, bahkan ada pembeli yang mengatakan lebih murah di toko online. Saat dirinya mengecek, ternyata harganya lebih murah dibandingkan harga yang dia jual.
“Kalau saya jual dengan harga sama dengan toko online saya dapat untung berapa, dan tahun ini sangat lesu penjualan di bandingkan tahun lalu yang masih ramai penjualannya. Kalau sekarang, saya lebih pasrah saja,”paparnya.
Hal senada juga di sampaikan oleh Siti pedagang bendera merah putih yang juga berjualan di Jalan Raya Kampung Melayu, Siti menjelaskan, bahwa barang dagangannya sampai saat ini belum ada yang terjual, padahal tahun lalu barangnya terjual sampai 50 barang.
“Kalau sekarang satu barang juga tidak laku, padahal jualan dari pagi sampai sore. Saya mau jual dimana lagi agar barang yang saya jual ini laku,”ungkapnya.
Siti mengungkapkan, bahwa banyak yang beli ke toko online, bahkan dirinya sempat menawarkan ke tetangganya. Kebanyakan beli di toko online karena lebih murah dan bahan sama. Hasilnya, barang yang di jual terpaksa tidak laku.
“Saya coba pasarakan melalui WhatsApp ke tetangga atau grup WhatsApp, tetapi jawabannya sudah beli di toko online. Ya saya bingung mau jual kemana ini bendera Indonesia, harusnya di bulan Agustus bendera laku ini malah berbalik,”tutupnya. (*)











