Lanjut Karyoto, warga pada prinsipnya siap jika harus menyewa lahan tersebut, karena mereka lebih memilih tetap tinggal di lingkungan yang sama dibanding harus direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang lokasinya jauh dari tempat tinggal asal.
“Nanti kita sanggup menyicil. Dibagi per KK. Nanti kebagian berapa, di total tanah itu. Nah, kalau kebagian 60 meter, ya berapa harganya. Masyarakat sudah sepakat. Saya kompakin semua, sanggup menyicil,” ujarnya.
Selain itu, ia juga meminta Pemkot Serang mendukung program bedah rumah bagi warga yang terdampak relokasi. Menurutnya, saat ini program bedah rumah sedang marak dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami minta untuk menempati lahan kosong ini sebagai tempat tinggal sementara sambil kita bikin gubuk kecil, Nah sambil berjalan kehidupan entah dua tahun ke depan ada bedah rumah program. Nah tolong dibantu untuk bedah rumahnya,” ucapnya.











