Persaingan Masuk SMP Negeri Makin Ketat, Sebanyak 24.000 Lulusan SD Berebut 9.000 Kursi SMP Negeri

SMP
Petugas posko aduan di SMPN 11 Tangsel (kanan) melayani warga terkait proses SPMB SMPN di Kota Tangsel. Credit: Tri Budi Sulaksono/Banten Ekspres)

”Program ini sudah berjalan sejak 2022 dan pada tahun aja­ran 2025-2025 kita menye­diakan bantuan pendidikan kepada sekitar 5.000 siswa SMP yang tidak diterima di SMPN,” jelasnya.

Deden menuturkan, bantuan biaya yang diberikan adalah uang sebesar Rp1,8 juta per tahun per siswa. ”Namun, yang dapat bantuan ini harus yang sekolah ke SMP swasta, syaratnya harus ada bukti ka­lau dia tidak diterima di SMP negeri. Ada 92 SMP swas­ta pendamping,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, bantuan terse­but dilakukan lantaran pihak­nya kekurangan SMP negeri. Dimana saat ini di kota peme­karan dari Kabupaten Tange­rang tersebut hanya memiliki 24 SMP negeri. Sedangkan untuk SMP swasta jumlahnya mencapai 161.

”Jelas ini tidak sebanding, makanya kita siapkan bantuan biasiswa bagi yang tidak kete­rima di SMP negeri,” tuturnya.

Mantan Sekretaris Dinas Ke­sehatan Kota Tangsel terse­but mengaku, untuk memas­tikan dalam SPMB 2025-2025 berjalan aman dan lancar, pihaknya membuka layanan posko aduan di SMPN 11.

Pos terkait