”Jadi ketika mereka kembali kerumah ketika ada yang rusak harapan mereka tangani sendiri,” ungkapnya.
Dengan pelatihan tersebut peserta diharapkan nantinya jadi pengusaha mandiri. ”Namun, kita juga punya mitra teknisi kendaraan ketika mereka butuh lapangan pekerjaan selalu hubungi Disnaker dan akan kita tawarkan kepada yang sudah dilatih,” ungkapnya.
Maringan mengaku, membuka usaha bengkel kendaraan listrik biayanya lebih terjangkau dibanding bengkel motor konvensional.
Pasalnya karena kendaraan listrik mainnya lebih banyak kepada komponen. ”Jika makin tinggi teknologinya kan biasanya modul, jadi kalau ada yang rusak, maka 1 modul harus diganti,” tuturnya.
”Kebijakan ramah lingkungan pemerintah semuanya nanti akan mengarah keelektrik. Jadi kita persiapkan dulu masyarakat kita. Mudah-mudahan yang dilatih ini bisa jadi leader bagi adik-adiknya,” tutupnya. (bud)











