”Tapi, yang jadi kendala ketika rusak dan itu kita tetap pikirkan pelayanan kepada masyarakat. Makanya kita melakukan pelatihan ini,” tambahnya.
Maringan mengaku, peserta pelatihan ada 20 orang yang berasal dari 7 kecamatan yang ada di Kota Tangsel. Peserta merupakan pemuda dan rata-rata usia produktif, yakni usia 35 tahun kebawah.
”Pemerintah terus dorong gunakan kendaraan listrik, sehingga kita jangan sampai ketinggalan dalam sumber daya manusia (SDM) pendukungnya,” jelasnya.
Menurutnya, pelatihan tersebut secara seremoni dilakukan di Gedung Koperasi dan UMKM. Selanjutnya pelatihan akan dilakukan di workshop yang ada di kawasan Rawa Buntu, Serpong.
”Setiap pelatihan itu menyesuaikan kondisi nyata dilapangan. Misal di bengkel itu pasti panas-panasan, sehingga kalau ilmu digunakan mereka sudah siap,” tuturnya.
Maringan menjelaskan, setiap pelatihan pihaknya selalu memberikan peralatan, seperti avometer (pengukur listrik), solder dan lainnya.











