Produksi Jagung Belum Penuhi Kebutuhan, Pemprov Genjot produksi Lewat Program KAKIJATOL

Produksi Jagung
BERBINCANG: Gubernur Banten Andra Soni berbincang bersama Sekretaris Jenderal Dewan Jagung Nasional Maxdeyul Sola, di gedung negara Provinsi Banten, Kota Serang, Jumat (15/6). (CREDIT: PEMPROV BANTEN FOR BANTEN EKSPRES)

“Dengan Pak Gubernur sekarang dan stakeholder yang saya bawa, semangat itu muncul. Kita harus menciptakan jagung di Provinsi Banten untuk pabrik yang banyak. Semangatnya itu,” ujar Maxdeyul Sola.

“Dan itu sudah diamini oleh pabrik pakan yang hadir di pertemuan ini untuk siap membeli, karena kualitasnya akan bagus lantaran dekat. Mudah-mudahan cita-cita Pak Gubernur mengembangkan jagung dapat terwujud dalam waktu dekat,” katanya.

Bacaan Lainnya

Ia mengaku, harga jagung sebesar Rp5.500 perkilogram di pabrik. Harga tersebut cukup bagus dan diharapkan dapat ditangkap oleh petani.

“Dengan cost produksi hanya Rp15 juta paling tinggi, kalau dia (petani-red) menghasilkan 8 ton itu sudah Rp40 juta. Berapa untungnya, itu baru dari jagungnya,” tuturnya.

Menurutnya, batang daun jagung yang masih hijau juga dapat dimanfaatkan untuk bahan pakan sapi. Jadi tidak ada lagi batang tersebut dibuang-buang, tetapi dapat dimanfaatkan.

Pos terkait