“Di tahun ketiga ini bantuan pendidikan kondusif dan masyarakat sangat terbantu. Tahun ini masyarakat diharapkan tidak memaksakan anaknya ke negeri seandainya tidak keterima di jalur domisili, afirmasi dan prestasi. Pilihannya ke swasta yang kami subsidi,” tuturnya.
Pihaknya tahun ini menyiapkan bantuan kepada sekitar 5.000 siswa yang tidak keterima di SMP negeri. Dan untuk antisipasi pungutan liar (pungli) di sekolah selama SPMB, Deden mengimbau masyarakat tidak maksanakan masuk negeri dan ada program bantuan ke swasta.
BACA JUGA :
31 Lokasi Wisata Jadi Daya Tarik Tangsel
“Orang tua boleh atau bisa pilih SMP swasta terdekat. Kalau ada yan pungli tentu akan ada sanksi dan saya sudah wanti-wanti sejak awal dan jangan sampai melanggar aturan. Kalau terbukti melakukan pungli, maka dengan sosiliasasi lebih intens maka ada konsekuensi yang akan diterima kalau melanggar,” tutupnya. (bud)











